Cerita Qonita Qurratu Aini Jadi Wisudawan Termuda ITS, Lulus S1 di Usia 20 Tahun

18 September 2023 11:17 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Qonita Qurratu Aini dinobatkan menjadi wisudawan termuda pada helatan Wisuda ke-128 ITS. Foto: Dok. ITS
zoom-in-whitePerbesar
Qonita Qurratu Aini dinobatkan menjadi wisudawan termuda pada helatan Wisuda ke-128 ITS. Foto: Dok. ITS
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Meskipun rata-rata mahasiswa S1 lulus di usia 21 hingga 22 tahun, tapi Qonita Qurratu Aini berhasil menamatkan studinya lebih cepat dari itu. Dia berhasil menyelesaikan semua persyaratan program studi dan lulus dengan gelar sarjana di usianya yang masih muda yaitu 20 tahun 4 bulan.
ADVERTISEMENT
Mahasiswi Departemen Matematika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu bahkan dinobatkan sebagai wisudawan termuda pada perhelatan wisuda ke-128 ITS yang diselenggarakan pada Sabtu (16/9). Qonita berhasil menamatkan pendidikannya di usianya yang masih muda lantaran pernah ikut program akselerasi selama duduk di bangku menengah atas.
"Aku sendiri baru ikut program akselerasi ketika di SMA, jadi hanya dua tahun,” kata Qonita seperti dikutip dari laman ITS, Senin (18/9).
Rupanya, semasa duduk di bangku kuliah, Qonita tercatat sebagai mahasiswa yang aktif. Ia pernah ikut program Bangkit dari Google dan berhasil menciptakan sebuah aplikasi bernama CariHerb. Aplikasi ini untuk mendeteksi tanaman herbal yang dijalankan lewat kamera ponsel.
Berkat karyanya ini, Qonita bersama timnya berhasil mendapatkan pendanaan dari Google serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Selain itu, ia juga aktif terlibat di berbagai organisasi internal dan eksteral jurusannya. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) dan Lembaga Kajian Kerohanian Islam (LKKI) Departemen Matematika ITS sebagai staf Departemen Media dan Informasi.
ADVERTISEMENT
Masuk di Departemen Matematia bukan tanpa alasan, mahasiswi 2003 itu memang menggemari pelajaran matematika sejak di bangku SD. Bahkan ia juga selalu mendapatkan nilai Ujian Nasional (UN) sempurna di mata pelajaran tersebut.
“Hingga atas izin Allah saya diterima (masuk ITS) lewat jalur SBMPTN,” ujar peraih juara pertama pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ITS cabang 10 Juz tahun 2020 ini.
Terkadang, untuk mencapai tujuan yang luar biasa, harus menghadapi berbagai kendala dan hambatan hal itupun dirasakan oleh Qonita. Ia yang harus pandai-pandai membagi waktu di tengah berbagai kesibukannya, apalagi ia juga mengambil program fast track jenjang Magister Program Studi Matematika saat sedang menempuh semester akhir sarjana.
Dalam mengatur kesibukannya, ia selalu mengutamakan hal yang menjadi prioritas. “Sebenarnya sesimpel mengatur prioritas mana yang perlu dikerjakan lebih dulu, tentukan pekerjaan yang jika dilakukan duluan bisa memudahkan pekerjaan lainnya,” saran alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Malang ini.
ADVERTISEMENT
Setelah menamatkan pendidikannya di jenjang S1, dara berusia 20 tahun ini berencana untuk melanjutkan kuliah magisternya lebih dulu sebelum akhirnya berkecimpung di dunia praktisi. Ia juga berpesan kepada para mahasiswa ITS untuk terus semangat dan memaksimalkan kesempatan belajar selama menjadi mahasiswa.
“Jangan sia-siakan kesempatan untuk berkarya di bidang yang kita minati, bisa jadi kemudahan itu muncul dari berbagai amanah yang kita emban saat menjadi mahasiswa,” pesannya.