Cerita Sopian Gunawan, Lulusan SMK yang Terus Semangat hingga Dirikan Startup

Berbekal pengetahuan yang diperoleh selama duduk di bangku SMK pada jurusan Multimedia, ditambah semangat untuk mengeksplorasi hal-hal baru, Sopian Gunawan bangun startup sendiri.
Enggak cuma itu, pengalamannya sebagai desainer web di salah satu perusahaan di Surabaya, telah membuat alumni SMKN 3 Bandung ini bekerja untuk Kementerian Buruh Brunei Darussalam.
“Waktu itu pekerjaan pertama mendesain web cukup challenging, soalnya langsung buat untuk Kementerian Buruh di Brunei. Mereka pertama kali bikin desain web, dan juga pertama kalinya untuk saya,” tuturnya, dilansir laman Vokasi Kemendikbud.
Sebelumnya, Sopian pernah bekerja sebagai asisten wartawan di salah satu media dan sebagai animator. Dia juga pernah turut serta dalam maintenance website industri besar seperti Honda.
Dengan pengalaman-pengalaman tersebut, Sopian mengaku semakin tertantang untuk mempelajari hal-hal baru dalam mengasah potensi dirinya. Salah satunya mempelajari coding.
“Dari membuat web itu, saya akhirnya belajar ngoding. Saya penasaran, sesulit apa, sih, ngoding?” katanya.
Hingga pada akhir 2019, bersama empat rekannya Sopian mendirikan startup yang bergerak di bidang edukasi bernama Quix di Bandung, Jawa Barat. Dia menjabat sebagai CEO Quix Design Services.
Quix sudah melakukan tiga batch boothcamp virtual dan menyalurkan banyak talent. Mereka kemudian terserap di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Sopian berharap agar lulusan Quix dapat membuat inkubator web developer, sehingga saling terhubung dan berbagi pengetahuan.
“Alhamdulillah dalam tiga batch ini kami sudah menyalurkan talent ke beberapa startup, seperti Tokopedia, Quiper, dan Ruangguru,” sebutnya.
Selain itu, Quix juga mendapatkan berbagai proyek terkait web development dari pihak luar.
Pelajar SMK Jangan Mudah Menyerah
Sopian berpesan agar para pelajar SMK kini tetap semangat dan enggak mudah menyerah. Teruslah memiliki keinginan untuk belajar dan mengembangkan kompetensi dalam diri.
“Enggak usah minder, yang penting kuncinya jangan berhenti belajar. Kalau kesulitan jangan dipendam sendiri, tapi sharing ke yang lain, cari mentor. Jangan putus asa!” pesannya.
