Dear Anak Muda, Kenali Tanda Kamu Alami Overwhelmed

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi overwhelmed. Foto: Natee Meepian/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi overwhelmed. Foto: Natee Meepian/Shutterstock

Apakah kamu sering merasa dibanjiri oleh pikiran terkait masalah tertentu? Sampai kamu kebingungan bagaimana cara mengatasinya? Dalam istilah psikologi kondisi tersebut disebut dengan overwhelmed.

Setiap orang merasa overwhelmed dari waktu ke waktu dan itu merupakan respons yang benar-benar normal terhadap stres sehari-hari. Stres kronis dan terus-menerus merasa overwhelmed juga dapat berdampak buruk juga pada kesehatan mental maupun fisik, lho.

Maka dari itu, untuk kamu yang penasaran tentang overwhelmed berikut pengertian, gejala, penyebab, dan beberapa cara untuk mengatasinya seperti dikutip dari verywellmind.

Overwhelmed merupakan sebuah kondisi di mana seseorang merasa kewalahan karena dibebankan dengan begitu banyak hal yang harus diselesaikan. Kondisi ini bisa terjadi saat kamu merasa kewalahan tentang kerjaan yang banyak, tugas menumpuk, masalah hubungan, maupun stres sosial.

Menurut seorang Psikologi Klinis dan Profesor di Yeshiva Univesity, Romanoff, ada beberapa tanda ketika seseorang sedang merasa dalam kondisi tersebut di antaranya:

  • Pikiran irasional: Kamu mungkin berjuang untuk berpikir secara rasional, yang dapat membuat masalah tampak membesar tetapi kemampuan kamu untuk menghadapinya terasa mengempis.

  • Kamu merasa blank yang membuat beberapa tugas sederhana pun bisa terasa mustahil dikerjakan. Kamu mungkin jadi menunda tugas yang bisa tambah membuat stres atau tidak mengerjakannya sama sekali.

  • Reaksi yang tidak proporsional: Kamu mungkin bereaksi berlebihan terhadap stresor ringan. Misalnya, kamu mungkin panik jika tidak dapat menemukan kunci.

  • Menarik diri: Artinya di sini kamu mungkin menemukan diri kamu menarik diri dari teman dan keluarga karena merasa kalau mereka tidak dapat membantu kamu atau memahami apa yang kamu alami.

  • Pesimisme: Kamu mungkin merasa tidak berdaya dan putus asa tentang situasi tersebut.

  • Perubahan suasana hati: Kamu mungkin merasa marah, mudah tersinggung, atau cemas, dan mudah menangis.

  • Kelelahan kognitif: Kamu mungkin merasa bingung dan sulit berkonsentrasi, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.

  • Gejala fisik: Kamu mungkin mengalami gejala fisik seperti detak jantung yang cepat, kesulitan bernapas, pusing, kelelahan, sakit kepala, kram, sakit perut, atau sakit dan nyeri lainnya.

Ilustrasi depresi pada perempuan. Foto: Shutterstock

Romanoff juga mengungkap bahwa orang yang mengalami kelelahan juga dipicu oleh beberapa faktor seperti stres, kejadian tak terduga, atau masalah kesehatan mental yang buruk dapat menyebabkan kamu merasa overwhelmed.

Ada beberapa penyebab kamu merasa overwhelmed. Meliputi kehilangan orang yang dicintai, beban kerja yang berlebihan atau lingkungan kerja yang penuh tekanan, konflik dalam hubungan pribadi dengan teman atau anggota keluarga, kesulitan hubungan atau putus cinta, punya masalah keuangan, masalah kesehatan, pengalaman traumatis, isu lingkungan atau politik, dan perubahan besar dalam hidup.

Sebelum kondisi seperti ini memberi dampak negatif yang lebih besar, mungkin kamu pelru mengikuti beberapa cara di bawah ini untuk mengatasinya. Pertama kamu harus ubah perspektifmu. Kamu bisa ambil langkah mundur dari proses berpikir. Bagaimanapun kamu haurs bisa mengenali dan menerima bagaimana perasaan kamu dan situasi yang sedang hadapi.

Ilustrasi perempuan stres di tempat kerja. Foto: Shutterstock

Hentikan merasa cemas maupun khawatir yang berlebihan. Kamu bisa mencoba beristirahat dari situasi tersebut, berjalan-jalan, mengubah lingkungan, berbicara dengan teman, atau menarik napas dalam-dalam.

Kedua adalah healing. Tidak ada salahnya kamu untuk pergi berlibur dan memanjakan diri agar stres berkurang. Atau kamu bisa melakukan aktivitas kesukaan seperti menonton film, menonton drama korea, dll.

Ketiga yaitu dengan tantang asumsimu. Ketika kita overwhelmed, kita cenderung membiarkan pikiran dan ketakutan irasional membimbing kita, alih-alih bersikap logis. Misalnya, jika kamu sedang putus cinta, kamu mungkin khawatir tentang apa yang orang pikirkan tentang kamu atau mungkin stres karena menjadi jomlo dan berakhir sendirian.

Kamu dapat mencoba menuliskannya dalam jurnal atau menyuarakannya dengan lantang kepada seseorang yang kamu percayai. Keempat adalah menari dukungan. Kamu bisa mencari dukungan dari teman, keluarga yang mungkin dapat menawarkan saran, dukungan, dan perspektif yang berbeda.

Bahkan jika hanya berbicara dengan orang-orang yang mendukung dalam hidupmu, akan dapat membantu kamu merasa lebih aman dan lebih divalidasi.

Kelima tidak menunda. Biasakanlah untuk tidak menunda pekerjaan dan melakukan satu tugas pada satu waktu karena multitasking sering

menyebabkan seseorang kewalahan. Keenam temui terapis. Kamu juga bisa untuk menemui terapis, karena terapis dapat membantu kamu untuk mengembangkan keterampilan yang kamu butuhkan untuk mengelola perasaan overwhelmed yang semakin parah. Terapi juga dapat membantu kamu menemukan cara untuk meningkatkan kepercayaan diri melalui kompetensi yang keduanya saling memperkuat secara positif.

Ketujuh adalah melakukan pelatihan. Latihan relaksasi dapat membantu meredakan ketegangan otot yang meningkatkan nyeri sendi serta jangan lupa untuk minum air putih. Dan terakhir kamu harus ingat jangan memaksakan diri untuk selalu menunjukkan performa terbaik atau memaksakan diri untuk menyelesaikan.

Laporan Mutiara Oktaviana