Dear Milenial, Ini Kegiatan Simpel yang Bisa Merangsang Otak untuk Cegah Pikun

25 Juli 2022 21:19
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Hari Otak Sedunia menjadi peringatan tahunan yang amat penting. Lantaran, di zaman modern seperti sekarang ini, semakin banyak masalah kesehatan yang berhubungan dengan neurologi atau sistem saraf, terutama pada organ otak.
ADVERTISEMENT
Pikun atau dimensia menjadi masalah yang harus diperhatikan masyarakat modern. Meski biasanya diidap mereka yang sudah usia lanjut, namun kemungkinan pikun bisa terjadi pada anak muda karena faktor stres, jenuh, hingga kesehatan mental.
Ilustrasi lupa Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lupa Foto: Thinkstock
Menurut Dokter Spesialis Bedah Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV), dr. Petra Octavian P Wahjoepramono Sp.BS., pikun disebabkan karena otak tidak mendapatkan rangsangan, termasuk di dalamnya menjaga kesehatan mental.
Ia pun membagikan tips sejumlah kegiatan yang mudah dilakukan untuk merangsang otak secara berkelanjutan. Apa saja?
"Jadi otak tetap harus dirangsang agar tetap sehat. Misalnya dengan rutin membaca, melukis, berdiskusi atau menjalankan hobi yang bermanfaat dengan tujuan agar kesehatan mental tetap terjaga," jelas dr. Petra dalam diskusi Peringatan Hari Otak Sedunia atau World Brain Day pada 22 Juli lalu.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ilustrasi membaca buku. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca buku. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Dengan sejumlah kegiatan sederhana itu, dr. Petra mengingatkan agar kinerja otak dapat terjaga melalui stimulus saraf, sehingga otak senantiasa berfungsi.
Konsumsi obat, termasuk kemoterapi bukan penyebab utama seseorang mengalami demensia atau kepikunan, agar otak kita tetap berfungsi dengan baik, cara terbaik adalah dengan menggunakannya
- dr. Petra Octavian P Wahjoepramono Sp.BS.
Menilik betapa pentingnya peran otak, masyarakat harus lebih sadar akan efek kesehatan otak dan memulai upaya pencegahan agar organ ini tak mengalami gangguan.
Ilustrasi melukis batu. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melukis batu. Foto: Shutter Stock
Peringatan Hari Otak Sedunia atau World Brain Day turut dikampanyekan Siloam Hospitals Lippo Village melalui edukasi dan diskusi keluarga pasien atau pasien rawat pasien.
Direktur Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Jeffry Oeswadi MARS., menyampaikan ada lima hal yang fokus dikampanyekan dalam rangka World Brain Day 2022, yaitu:
  1. Kesadaran, kesehatan otak sangat penting untuk kesehatan fisik, mental dan sosial seseorang.
  2. Pencegahan, kebanyakan penyakit otak sebenarnya bisa dicegah
  3. Advokasi, pendidikan adalah kunci untuk kesehatan otak
  4. Akses, kesamaan akses untuk sumber daya, perawatan dan rehabilitasi itu sangat penting untuk Kesehatan otak.
ADVERTISEMENT
"Karena kesehatan otak itu secara khusus memang harus pemiliknya yang menjaga, baik secara fisik maupun mental. Karena para dokter hanya menjaga jika sudah terjadi gejala penyakit terkait organ otak atau dalam proses penyembuhan," kata dr. Jeffry.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020