Dipha Barus: Kini Produser Musik Memikirkan Karyanya Sudah Tiktokable atau Belum

Selama masa pandemi COVID-19, industri musik termasuk salah satu yang paling terdampak. Hal ini dirasakan oleh DJ sekaligus produser musik Dipha Barus.
Biasanya, ia tampil di panggung dan mendapatkan inspirasi dari energi penonton secara langsung. Namun, pandemi sekarang menghalangi hal itu untuk terjadi.
Walau begitu musisi 34 tahun ini tetap mencoba beradaptasi, salah satunya dengan mengulik sisi lain dari produksi musik. Ia bahkan menemukan hal unik dari eksplorasinya ini.
"Temuan unik di tahun ini adalah sebenarnya karena semua orang fokus ke digital, gue menemukan korelasi antara aransemen musik, sound design, dan engagement orang," kata dia dalam konferensi pers virtual bersama TikTok, Rabu (4/11).
Contohnya dalam mempromosikan musik di platform digital seperti TikTok. Dipha mengatakan, kini produser dari mancanegara pun memikirkan apakah karyanya sudah Tiktokable atau belum.
"Istilah itu aku dapet dari produser Los Angeles gitu. 'Ini beat-nya Tiktokable banget, nih'. Di Amerika juga udah kayak gini. Bagi gue justru produser ditantang lebih kreatif untuk membuat 15-60 detik yang catchy," lanjut DJ yang pernah membuat Down Challenge saat merilis lagu kolaborasi dengan musisi Amerika Serikat, Cade.
Tips dari Dipha Barus agar Musisi Dapat Engagement di TikTok
Menurutnya, musisi dan produser jangan memikirkan apakah karyanya akan viral atau enggak. Tapi, pikirkanlah bagaimana musik yang dibuat itu memberi kebahagiaan dan ruang bagi para kreator untuk berkreasi.
"Kalau nilai engagement tinggi di TikTok, di platform dan media sosial lain itu sudah pasti tinggi juga nilainya. Jadi, sekarang pintar-pintarnya musisi memanfaatkan kesempatan itu," tutup Dipha.
Laporan: Alexa Birgitta
