Enggak Dibelikan Ponsel Gaming, Pemuda India Bunuh Diri

5 Februari 2019 15:10 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi bunuh diri Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bunuh diri Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kejadian menyedihkan di dunia gaming kembali terjadi di India. Setelah sebelumnya pada Januari 2019 lalu game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) membuat seorang pelatih fitness dari kota Jammu mengalami gangguan mental, kini game itu menyebabkan seorang pemuda bunuh diri.
ADVERTISEMENT
Dialah Nadeem Sheikh, pemuda 19 tahun asal Nehru Nagar, kota Mumbai, India. Dilansir Mumbai Mirror, Nadeem ditemukan oleh keluarganya gantung diri di dapur rumah.
Kejadian itu terjadi diduga karena korban enggak dibelikan ponsel gaming oleh keluarganya. Setelah diselidiki, diketahui Nadeem ini adalah seorang penggemar game PUBG.
Pihak keluarga menjelaskan bahwa sebelum melakukan aksi nekatnya, Nadeem sempat berdebat dengan kakak laki-lakinya mengenai ponsel gaming yang diinginkannya untuk main PUBG. “Ponsel yang diinginkannya berharga 37.000 rupee (Rp 7,2 juta) yang diminta dari kakak laki-lakinya. Keduanya (Nadeem dan kakaknya) berdebat tentang masalah ini Kamis malam (31/1), setelah itu kakaknya setuju memberikannya 20.000 rupee,” ujar seorang petugas polisi, Nehru Nagar. Akan tetapi, Nadeem bersikeras mendapatkan jumlah uang yang diinginkannya demi membeli ponsel gaming tersebut. Dia justru mengembalikan uang pemberian kakaknya yang jumlahnya enggak sepadan dengan harga ponsel gaming. Setelah kejadian itu, semua anggota keluarga Nadeem tertidur pada pukul 02.00 waktu setempat. Sedangkan Nadeem terlihat masih bermain game di ponselnya. “Kakaknya bilang kalau dia pergi ke kamar mandi pukul 04.00, dan dia melihat mayat Nadeem tergantung menggunakan tali dari kipas gantung yang ada di dapur,” kata seorang polisi. Polisi menganggap kejadian ini sebagai kematian karena kecelakaan. Meski begitu investigasi lebih lanjut masih berjalan. Tragedi ini menambah daftar panjang penolakan PUBG di India. Sebelumnya, Asosiasi Pelajar di Jammu dan Kashmir sempat menyoal keberadaan game ini. Menurut mereka, PUBG lebih berbahaya daripada kecanduan narkoba.
ADVERTISEMENT