Entertainment
·
16 Oktober 2020 14:34

Fake It Flowers, Album Beabadoobee soal Kerapuhan yang Dibalut Grunge 90-an

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Fake It Flowers, Album Beabadoobee soal Kerapuhan yang Dibalut Grunge 90-an (246338)
Beabadoobee dok Beabadoobee
Musisi Bea Kristi alias Beabadoobee hari ini merilis album debutnya, Fake it Flowers, melalui label Dirty Hit yang juga menaungi The 1975. Rilisan ini menjadi karyanya yang paling dewasa, dengan cerita soal kerentanan dan ketidakdewasaan, yang dibalut melodi gitar berdenting ala musik grunge '90-an.
ADVERTISEMENT
Tidak heran nuansa musik itu disuguhkan Bea, karena ia banyak terinspirasi oleh sosok-sosok perempuan di balik The Sundays, The Cranberries, dan The Cardigans.
Penyanyi Inggris-Filipina tersebut juga kembali ke kamar masa kecilnya untuk menulis Fake It Flowers. Menurutnya ruangan itu membuat dia ingin menciptakan sesuatu.
"Ada sesuatu tentang kamarku dengan baunya yang aneh, dan dihiasi poster Tom Hanks. Begitu aku masuk ke kamar tidur, aku ingin menulis sesuatu," ujar dia dalam konferensi pers virtual yang dihadiri kumparan.
Fake It Flowers, Album Beabadoobee soal Kerapuhan yang Dibalut Grunge 90-an (246339)
Beabadoobee dok Beabadoobee

Album Musik yang Begitu Personal

Menulis album ini juga telah membantunya mengatasi trauma masa kecil. Ia menumpahkan semua emosinya saat remaja, mulai dari kecemasan, kesepian, konflik, sampai amarah yang pernah dirasakan dalam Fake It Flowers.
ADVERTISEMENT
“Aku mengalami banyak mental breakdown yang membuatku berteriak berkali-kali. Aku enggak peduli kalau ini bakal merusak suaraku. Menurutku ini seru dan sangat empowering,” ungkap dia.
"Setiap lagu begitu pribadi, aku sangat takut untuk menunjukkannya kepada dunia," lanjut penyanyi 20 tahun itu.
Ada banyak topik yang disampaikan Bea di album ini. Mulai dari topik personal dan perselingkuhan di Worth It, hubungan yang terabaikan di How Was Your Day?, sampai kebimbangan di Together.
Video
Ada juga lagu berjudul Charlie Brown yang punya makna tersendiri buatnya.
“Aku punya tato Charlie Brown di tanganku. Pada dasarnya, lagu ini menceritakan tentang hal-hal yang dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari situasi buruk. Ini pengingat yang baik bahwa ada orang-orang di sekitarku yang bisa diajak bicara,” tutur Bea.
ADVERTISEMENT
Kamu bisa mendengarkan Fake It Flowers seutuhnya dari Beabadoobee di berbagai platform streaming mulai hari ini, Jumat (16/10).
Laporan: Alexa Birgitta