Gagal Capai Resolusi Keuangan? Mungkin Ini Penyebabnya!

Millennialverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jangan sampai pengeluaran kamu selalu bikin kantong kamu kering. Yuk, simak beberapa hal yang mungkin jadi penyebabnya! Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Jangan sampai pengeluaran kamu selalu bikin kantong kamu kering. Yuk, simak beberapa hal yang mungkin jadi penyebabnya! Foto: Shutterstock

Momen awal tahun memberikan kesempatan untuk kita menyusun kembali resolusi. Ya, membuat resolusi bisa menjadi strategi guna mencapai target yang kita tetapkan.

Untuk goals yang gagal dicapai kemarin, tak usah berkecil hati. Kita bisa menjadikannya target kembali di tahun ini dengan mengambil sejumlah langkah evaluasi. Tujuannya, agar hal-hal yang menyebabkan ia gagal tercapai, tak terulang kembali.

Nah, dari banyak resolusi yang kerap gagal dicapai, keuangan adalah salah satunya. Penyebabnya tentu beragam, tapi yang utama adalah berbagai faktor internal atau yang berasal dari dalam diri. Misalnya, 3 hal di bawah ini.

1. Target yang Tidak Realistis

Ilustrasi penentuan target keuangan yang tidak realistis. Foto: Shutterstock

Kita mungkin terlalu bersemangat saat menentukan resolusi keuangan. Sehingga, kita kurang memperhatikan berbagai pengeluaran untuk kelak, apalagi ketika mematok nominal target keuangan yang hendak dicapai.

Bukan tidak baik, hanya saja sikap tersebut tak realistis. Alih-alih bisa memacu lebih giat mengumpulkan banyak uang, sikap ini malah bisa berimbas pada gagal tercapainya resolusi keuangan.

Karena itulah, sebaiknya patok angka yang kemungkinan besar dapat kamu capai. Sebab keberhasilan bisa jadi modal konkret dan bukti bahwa kamu layak mencoba meningkatkan target keuangan di tahun depan.

Tak perlu tergesa-gesa. Ingat pepatah yang diawali kata “sedikit” dan diakhiri kata “bukit”? Walaupun klise, tapi secara tepat bisa menggambarkan proses yang dilalui orang untuk merealisasikan segala macam tujuan.

2. Tidak Konsisten

Ilustrasi tidak konsisnten berusaha wujudkan resolusi yang ditetapkan sendiri. Foto: Shutterstock

Ya, hal selanjutnya yang lazim jadi salah satu faktor gagal mencapai resolusi keuangan adalah sikap yang tidak konsisten. Ini bisa terjadi karena di awal, komitmenmu tak begitu kuat untuk mewujudkan target yang kamu tetapkan sendiri.

Sebagai upaya memperbaikinya, kamu bisa coba menggali alasan kuat guna memotivasimu mencapai tujuan. Bila tak suka mendengar motivator, langkah selanjutnya bisa kamu mulai dengan mempertanyakan kepada diri sendiri “mengapa kamu membutuhkan atau menginginkan hal itu terwujud?”. Saat jawabannya kamu temukan, tanamkan kuat-kuat dalam benakmu.

3. Impulsif

Ilustrasi impulsif belanja karena banyak promo. Foto: Shutterstock

Di tengah gempuran promo dan momen periodik harbolnas, siapa sih yang tak tergoda kesempatan belanja barang idaman dengan lebih hemat? Apalagi sekarang, kamu bisa melakukannya hanya sambil rebahan di kasur saja; tak perlu keluar rumah mendatangi toko terkait dan sebagainya. Memanfaatkan promo memang langkah paling tepat untuk berhemat.

Namun bila scroll-suka-beli dengan alasan “mumpung murah” dilakukan dengan intensitas yang masif, lebih-lebih tanpa anggaran yang jelas, kamu bakal kebobolan juga. Imbasnya, bisa-bisa resolusi keuangan yang kamu tetapkan pun ambyar tak terasa.

Karena itu, anggaran yang jelas perlu selalu dibuat. Di samping, mengendalikan keinginan belanja di tengah banyaknya penawaran yang sayang dilewatkan.

Nah, agar tak kerepotan melakukannya, kamu bisa ambil langkah cerdas dengan memanfaatkan fitur keuangan yang disediakan oleh Maybank di M2U ID App-nya, yaitu 360 Digital Wealth.

Dengan satu fitur ini, kamu dapat mengakomodasi 3 urusan keuangan sekaligus. Karena fitur 360 Digital Wealth punya 3 menu solutif, antara lain Portofolio Keuangan, Atur Rencana Keuangan, dan Lihat Pengeluaran.

Ilustrasi Fitur 360 Digital Wealth pada M2U ID App. Foto: dok. maybank.co.id

Di menu Portofolio Keuangan kamu akan dimudahkan melihat seluruh informasi mulai dari tabungan, deposito, reksadana, bancassurance, hingga pinjaman yang kamu punya, dan juga portofolio lain yang bisa kamu tambahkan sendiri ke dalam daftar. Dengan fitur tersebut, kamu jadi gampang memonitor keuangan secara keseluruhan.

Sementara itu, menu Atur Rencana Keuangan bakal membantumu membuat alokasi finansial untuk macam-macam kebutuhan. Mulai dengan pemaksimalan dana investasi, dana pendidikan, hingga dana pensiun. Menu ini juga memungkinkan kamu membuat pos keuangan diinginkan, termasuk untuk membeli barang yang kamu inginkan dan lain sebagainya.

Adapun menu terakhir, adalah Lihat Pengeluaran. Tak hanya bisa memantau berbagai macam pengeluaran hingga periode 6 bulan, di menu ini kamu bahkan bisa mengatur pengeluaran dari seluruh transaksi kartu kredit dan debit Maybank, hingga QR Pay dan e-wallet. Semuanya bisa kamu lakukan hanya dalam genggaman tangan.

Dengan sejumlah keunggulan di atas, fitur 360 Digital Wealth pastinya bisa jadi solusi untuk bantu kamu capai resolusi keuangan di 2023. Yuk, download M2U ID App di Play Store/App Store buat manfaatkan fiturnya sekarang!

Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa kunjungi laman resmi Maybank di sini.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Maybank