Gaya Pacaran Remaja Dipengaruhi oleh Orang Tua Mereka

Orang tua adalah teladan bagi perilaku dan harapan bagi anak dalam menjalin suatu hubungan. Yap, cara orang tua bersikap dan memperlakukan pasangan di depan anak akan tersimpan di dalam benak mereka. Ini bisa menentukan gaya pacaran dan hubungan yang dijalani oleh seorang remaja.
Elizabeth Santoso, psikolog dan pakar seks, membenarkan hal ini saat peluncuran varian rasa baru kondom Fiesta pada siang (14/02) ini. Lebih lanjut dia bercerita bahwa edukasi tentang seks yang enggak dipelajari saat sekolah, seperti saat harus menunjukkan kasih sayang lewat pelukan, belaian rambut, atau perhatian, hanya bisa diberikan oleh orang tua.
“Ibu dan ayah saya dulu itu kalau mereka di depan kami, interaksinya kaku banget. Kalau jalan ke mall itu enggak pernah pegangan tangan apalagi saling merangkul. Nah, ini berdampak ke saya. Saat di awal menjalin hubungan dulu, saya agak kaku, agak risih yang kalau pegangan tangan, memberi perhatian kepada pacar atau suami lewat beberapa sentuhan di bahu atau sekadar merangkulnya,” tambahnya.
Dilansir situs Aptparenting, sebuah studi yang dilakukan oleh Los Angeles County Department of Health Service ditemukan bahwa sekitar 56 persen remaja belajar dengan menggunakan role model. Dari jumlah tersebut, mereka yang memiliki kontak langsung atau secara personal dengan role model ini cenderung memiliki harga diri yang lebih tinggi dan lebih baik dalam bidang akademik dan sosial dibanding mereka yang enggak.
Para remaja ini juga bisa lebih baik dalam menangani diri saat berada di lingkungan sosial dan berinteraksi secara positif dengan orang-orang di sekitar mereka. Karenanya, para orang tua berperan dalam mengajarkan pendidikan seks yang enggak diajarkan dalam dunia pendidikan formal.
