Halus tapi Menusuk Hati, Ini Contoh Kalimat buat Teman yang Telah Menyakiti Kita

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Foto: Shutter Stock

Mungkin kamu pernah disakiti seorang teman. Bisa jadi dari ucapannya saat kalian ngobrol, komentarnya di media sosial, atau leluconnya yang menurutmu enggak lucu dan justru menghina.

Daripada rasa sakit itu kamu pendam sendiri karena takut bakal merusak pertemanan, lebih baik langsung menghadapinya dengan mengucapkan contoh kalimat di bawah ini.

kumparan post embed
  • "Aku ikut sedih kalau kamu insecure sama diri sendiri, sampai harus menyakiti hati orang lain. Aku tahu orang yang enggak bahagia dengan dirinya bakal menjatuhkan orang lain. Aku enggak ambil pusing, sih. Aku harap kamu bisa menemukan kebahagiaanmu".

  • "Semoga enggak ada lagi orang yang disakitin sama kamu kayak yang aku rasakan".

  • "Mungkin kamu ada masalah, tapi aku enggak tahu kenapa kamu sampai harus menyakitiku. Semoga yang terbaik aja buat kamu".

kumparan post embed
  • "Merasa lebih baik, ya, setelah menghinaku?"

  • "Kamu mungkin ada masalah dan ingin marah. Tapi bukan berarti kamu bisa kejam dan seenaknya sama orang lain".

  • "Aku merasa sakit hati dengan komentar soal berat badanku/sakit hati karena enggak dapat kabar saat kamu membatalkan janji".

kumparan post embed

Selain itu, kamu bisa mengikuti tips ini buat menghadapi teman yang menyakiti hatimu

Tips hadapi teman yang telah menyakiti hati

Coba ikuti langkah di bawah ini, gaes!

  1. 1. Tenangkan diri dulu

    Jangan langsung menyerangnya. Lebih baik tenangkan diri dulu dan proses perasaanmu. Kamu bisa mengungkapkan lewat tulisan alasan kamu sakit hati karena sikap temanmu itu.

  2. 2. Cari waktu yang tepat

    Coba ungkapkan permasalahan antara kamu dan teman saat waktu dan situasinya tepat buat kalian berdua. Sebelum mengajaknya bicara, kamu bisa tanyakan dulu apakah dia ada waktu atau enggak.

  3. 3. Perhatikan juga tempatnya

    Selain waktu, perhatikan juga di mana kamu dan temanmu itu bakal ngobrol berdua. Kalau kalian bisa bertemu, pastikan di tempat yang enggak terlalu ramai. Kalau enggak bisa bertemu, usahakan lewat video call agar bisa saling melihat ekspresi wajah masing-masing.

  4. 4. Jangan langsung menyerang

    Jangan langsung menyerang temanmu. Bisa jadi dia enggak sadar telah menyakiti hatimu. Jelaskan aja sesuai yang telah kamu renungkan di poin pertama. Beri penjelasan padanya bahwa yang dia lakukan itu menyakitimu.

  5. 5. Tahu kapan harus pergi

    Kalau temanmu tetap defensif dan enggak merasa salah apalagi minta maaf, enggak ada salahnya buat pergi meninggalkannya. Bisa jadi dia emang bukan teman yang baik, bahkan mungkin toxic buat hidupmu.

Laporan: Afifa Inak