Hati-hati, Cupang Bisa Bikin Kamu Terkena Stroke

Millennialverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pasangan. Foto: Dok. Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan. Foto: Dok. Freepik

Saat mendengar kata cupang, apa yang terbayang dalam pikiran kamu?

Sebagian besar pasti membayangkan ruam merah keunguan yang sering dijumpai pada area leher, bahu, tulang selangka, hingga dada manusia. Warnanya nyaris menyerupai memar.

Meski cupang sangat populer, sebagian dari kamu mungkin masih bingung dan bertanya-tanya. Sebenarnya, cupang itu apa, sih?

Cupang (hickeys) merupakan jenis ciuman yang enggak dilakukan dari mulut ke mulut. Lain daripada yang lain, ciuman jenis ini dilakukan dengan menyedot/menghisap area tubuh pasangan dengan kuat dan penuh nafsu.

Isapan ini menyebabkan pecahnya arteri atau pembuluh darah yang berada di bawah kulit, sehingga munculah ruam kemerahan yang biasa dikenal dengan istilah bekas cupang.

Ilustrasi bekas cupang. Foto: Dok. Elisa Paolini / Creative Commons

Bekas cupang atau 'love bite' baru hilang 7-14 hari kemudian. Karena prosesnya yang perlahan, banyak orang merasa tengsin, sehingga menutupi bekas cupangnya dengan mengenakan pakaian tertutup. Malu diceng-cengin satu geng, bro!

Terlepas dari kenikmatan yang diberikan, tahukah kamu kalau cupang ternyata bisa menyebabkan stroke?

Meski terdengar aneh, pernyataan cupang memicu stroke sungguh nyata adanya. Dilansir Time, pada 2016 ada seorang cowok Meksiko berusia 17 tahun meninggal akibat stroke setelah dicupang pacarnya.

Hal serupa terjadi pada 2014 dan 2011. Dua orang meninggal akibat stroke setelah dicupang pasangan pada area leher. Mengapa fenomena ini bisa terjadi?

Cupang menyebabkan pecahnya pembuluh darah di permukaan kulit. Ini menyebabkan penggumpalan darah yang bisa terbawa arus menuju jantung dan otak. Akibatnya, gumpalan ini memicu tersumbatnya pembuluh otak dan menyebabkan stroke.

"Secara teori pun memang betul cupang bisa menyebabkan penyumbatan di arteri, karena tekanan dan kerusakan dinding pembuluh darah," ujar dr Freddy Vista kepada Vice Australia.

"Meski begitu, sebenarnya sangat langka cupang bisa menyebabkan stroke, dan potensinya mengancam nyawa sangat rendah. Tapi keputusan untuk tetap melakukan cupang terserah masing-masing orang, dan harus paham betul semua risiko dan benefit yang ada," tutupnya.