Ini 5 Aturan Ketat Sekolah di Jepang Terkait Kedisiplinan

Millennialverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mempelajari bahasa Jepang (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Mempelajari bahasa Jepang (Foto: Thinkstock)

Jepang adalah negara yang menerapkan aturan ketat bagi para siswanya. Para siswa di Jepang dituntut harus disiplin dan patuh terhadap segala aturan sekolah. Bukan tanpa alasan. Hal ini dilakukan untuk membentuk karakter juga kepribadian siswa agar menjadi pelajar yang bertanggung jawab.

Nah, dilansir dari Meetdan, berikut kumparan (kumparan.com) merangkum lima aturan ketat sekolah di Jepang terkait kedisiplinan.

1. Model rambut dilarang

Potongan rambut model Pixie (Foto: Instagram/@hairbymelindak)
zoom-in-whitePerbesar
Potongan rambut model Pixie (Foto: Instagram/@hairbymelindak)

Para siswa di Jepang dilarang mengubah model rambut atau mewarnainya dengan warna-warna yang aneh dan nyeleneh. Untuk model rambut cowok harus pendek dan rapi, sedangkan cewek wajib panjang atau dikuncir. Hal ini dikarenakan para siswa harus fokus belajar dan enggak boleh terganggu oleh hal kurang penting seperti model rambut dan semacamnya.

2. Siswa wajib menyalami guru-gurunya

Hiroya Kawasaki memberi salam hormat. (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
zoom-in-whitePerbesar
Hiroya Kawasaki memberi salam hormat. (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Para pelajar di Jepang wajib menyalami para guru mereka di pagi hari. Bagi kepercayaan mereka, hal ini adalah tradisi yang dilakukan untuk mendapatkan energi positif sebelum memulai hari mereka.

3. Enggak boleh dandan

com-Mini Dress Bermotif (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
com-Mini Dress Bermotif (Foto: Thinkstock)

Para siswi di Jepang dilarang berpenampilan centil dengan segala make up, berdandan, mengecat kuku mereka, dan sebagainya. Mereka diharuskan untuk tampil sopan dan memprioritaskan pendidikan di atas apapun.

4. Enggak ada guru pengganti di sekolah

Ilustrasi seorang guru mengajar astronomi. (Foto: physics.dartmouth.edu)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang guru mengajar astronomi. (Foto: physics.dartmouth.edu)

Jika guru berhalangan hadir, maka siswa harus belajar sendiri di kelas. Di sana enggak ada guru pengganti. Meski begitu, murid-murid di sana dipercaya enggak bakal bikin gaduh kelas, karena sudah dididik untuk patuh dan disiplin sejak kecil.

5. Dilarang pacaran di sekolah

Tidak perlu berusaha membaca pikiran pasangan (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Tidak perlu berusaha membaca pikiran pasangan (Foto: Thinkstock)

Siswa di Jepang dilarang keras berpacaran di sekolah. Mereka yang ketahuan berpacaran akan mendapat sanksi atau hukuman tegas atas tindakan ini. Menurut penuturan salah satu guru di Jepang, aturan seperti ini ditegakkan karena para siswa dinilai teralu muda untuk memikirkan masalah percintaan.

Menurut kamu, setuju enggak kalau peraturan ini diterapkan di Indonesia?