Ini Bedanya Cinta yang Tulus dan Toxic
·waktu baca 1 menit

Mungkin menurutmu mudah mengidentifikasi toxic relationship. Padahal enggak jarang, perilaku yang mungkin tampak seperti cinta sebenarnya justru menyiksa dan enggak sehat.
Jadi, bagaimana cara nya kamu bisa membedakan antara cinta yang tulus dan toxic? Simak selengkapnya seperti dikutip dari Your Tango.
Cinta yang Toxic
Dalam cinta yang toxic, fokus utama adalah pada hubungan itu sendiri. Sehingga membuat seseorang menjadi terlalu terobsesi kepada hubungan, alih-alih perasaan pasangan.
Dia ingin hubungan itu tampak ideal menurut standar orang-orang. Namun enggak peduli dengan pendapat pasangan sendiri.
Selain itu, cinta yang toxic membuat seseorang terlalu bergantung kepada pasangan. Rasanya enggak bisa lepas dan ingin selalu bersama.
Padahal ini bisa menghambat kemajuan diri sendiri dan pasangan, lho. Gimana pun kalian tetap butuh me time dalam hubungan.
Enggak berhenti di situ, obsesi juga muncul dalam cinta yang toxic. Pura-pura mengatasnamakan cinta, padahal cuma berambisi buat mengubah pasangannya dan enggak bisa menerima apa adanya.
Komunikasi antara pasangan jadi penuh manipulasi dan saling menyalahkan. Sebab enggak ada yang mencoba memperbaiki diri. Hanya fokus mengubah orang lain.
Cinta yang Tulus
Saat seseorang memberikan cinta yang tulus, dia enggak akan mengubah pasangan melainkan mendukungnya. Sebab dalam hubungan tersebut, kedua pihak saling menginginkan yang terbaik untuk satu sama lain.
Maka itu, enggak ada paksaan atau obsesi dalam cinta yang tulus. Hanya ada rasa nyaman dan kebebasan yang bertanggung jawab. Bisa tetap nongkrong sama teman tanpa khawatir, mengejar impian, bahkan meluangkan waktu sendirian.
Namun setiap kali menghabiskan waktu berdua, percakapan terasa begitu menyenangkan dan menenangkan. Antara pasangan saling mencoba untuk memahami satu sama lain, agar hubungan sehat.
Laporan: Afifa Inak
