Jangan Minder! Ini 3 Cara Mengatasi Rasa Enggak Percaya Diri

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan sedih susah move on. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan sedih susah move on. Foto: Shutterstock

Kawula muda pernah engga sih minder atau bahkan meragukan keterampilan dan kompetensi diri? Dalam istilah psikologi, ini dinamakan dengan imposter syndrome. Istilah tersebut pertama kali digunakan oleh psikolog Suzanna Imes dan Pauline Rose Clance pada 1970-an.

Dilansir Verywellmind, istilah imposter syndrome mengacu pada pengalaman internal di mana kamu selalu merasa enggak kompeten seperti apa yang orang lain pikirkan tentangmu. Kondisi ini juga disebut dengan sindrom enggak percaya diri akan kemampuan diri sendiri.

Orang yang mengalami sindrom ini biasanya merasa kalau dirinya enggak secerdas, sekreatif, atau berbakat seperti yang terlihat dan diketahui orang lain. Mereka justru merasa setiap pencapaian yang diraihnya itu hanya karena kebetulan atau keberuntungan semata.

Jika kamu merasa dirimu mengalami sindrom ini, ada sebaiknya kamu lakukan hal-hal di bawah ini untuk mengatasinya. Apa saja? Simak selengkapnya berikut ini:

Pahami perasaan diri sendiri

Ilustrasi perempuan curhat Foto: Shutterstock

Cara pertama adalah kamu harus paham dengan perasaan dirimu. Dengan percaya para perasaan diri sendiri, kamu bisa mengurangi rasa cemas. Jika kamu terlalu sering memiliki perasaan enggak enak atau terpuruk, sebaiknya bicarakan dengan teman atau mentor yang bisa kamu percaya.

Bicaralah dengan orang yang bisa mengatasi masalah yang tengah dihadapi. Berbicara dengan orang lain juga bisa membuat dirimu enggak merasa sendirian dalam menghadapi suatu masalah.

Membangun koneksi

com-Ilustrasi berkumpul dengan teman-teman Foto: Shutterstock

Mulailah bangun koneksi dengan lingkungan sekitar seperti di sekolah, kampus, atau tempat kerja agar dapat saling mendukung satu sama lain. Ingat, kamu enggak bisa mendapatkan segalanya sendirian. Kelompok pertemanan mungkin akan membimbingmu menjadi yang lebih baik.

Selain itu kamu juga bisa ceritakan masalah yang dihadapi sehingga kamu enggak merasa sendirian. Hal ini mungkin juga akan menciptakan kesempatan untuk berbagi strategi dalam mengatasi tantangan dan perasaan yang akan dihadapi kedepannya.

Berhenti bandingkan diri sendiri dengan orang lain

Ilustrasi perempuan sedang menghibur pasangannya yang sedih. Foto: ART STOCK CREATIVE/Shutterstock

Sebaiknya kamu berhenti bandingkan dirimu dengan orang lain. Enggak semua orang punya kemampuan yang sama.

Ingat, apa yang terlihat dari orang lain mungkin belum tentu indah di dalamnya. Bukan merasa terintimidasi dengan kesuksesan orang lain, sebaiknya kamu mencari cara untuk kembangkan kemampuan diri sendiri.

Laporan Afifa Inak