Jangan Sembarang Menyimpulkan, Ini Bahaya dari Self-Diagnosis bagi Kesehatan

Millennialverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi wanita cemas, stres atau depresi Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi wanita cemas, stres atau depresi Foto: Shutterstock

Belakangan ini enggak sedikit orang yang melakukan tren tindakan self-diagnosis tentang kesehatan mental di kalangan anak muda. Mereka akan melakukan tes diagnosis untuk diri mereka sendiri tentang kesehatan mentalnya dan mengunggahnya di akun media sosial masing-masing.

Hal ini terjadi karena internet dapat dengan mudah diakses oleh semua orang untuk mencari informasi terutama dengan hal yang berhubungan dengan kesehatan. Tapi, di internet itu sendiri ada beberapa informasi yang kredibel meskipun situs web itu sendiri pun akurat.

Apa itu self-diagnosis? Ini adalah istilah untuk mendiagnosis diri sendiri mengidap sebuah gangguan atau penyakit hanya berdasarkan dari pengetahuan sendiri atau informasi yang didapatkan secara mandiri.

Namun, self-diagnosis ini dapat berbahaya terutama jika kamu mengambil pengobatan yang salah. Sehingga risiko mengalami kondisi kesehatan yang lebih parah pun akan bertambah besar kalau sembarangan mengonsumsi obat atau menjalani metode pengobatan yang enggak disarankan oleh dokter.

Risiko dari Self Diagnosis

Di bawah ini ada sejumlah risiko yang bisa muncul saat kamu menggunakan informasi media online untuk self-diagnosis dikutip dari berbagai sumber.

Menjadi terlalu yakin

Kamu mungkin yakin tentang diagnosis diri dan kemudian mengalami kesulitan untuk mempercayai diagnosis yang berbeda dari orang yang lebih ahli.

Ketakutan yang enggak perlu

Beberapa gejala yang kamu rasakan dapat disebabkan karena beberapa hal. Baik itu penyakit ringan atau sesuatu yang mematikan. Akan sangat mudah untuk mengikuti skenario terburuk yang biasanya enggak akurat.

Tes yang enggak perlu

Kamu mungkin menjadi terlalu khawatir tentang diagnosis tertentu dan bersikeras akan tes yang sebenarnya enggak kamu perlukan. Hal ini pun dapat menyebabkan pemborosan waktu dan juga uang.

Sumber yang enggak bisa diandalkan

Siapa pun bisa mengunggah sesuatu melalui online. Informasi yang kamu dapatkan mungkin saja enggak akurat, menyesatkan, atau bahkan sengaja manipulatif.

Perawatan berbahaya

Mengobati diri sendiri dapat menyebabkan seperti efek samping overdosis, interaksi obat yang berbahaya atau mengambil sesuatu yang keliru karena riwayat medismu. Setiap kali kamu ingin mengubah rejimen pengobatanmu, kamu harus berbicara dengan dokter.

Ilustrasi wanita mengunci diri di kamar Foto: Shutter Stock

Alasan melakukan Self Diagnosis

Ada beberapa hal yang menjadi alasan kenapa seseorang melakukan self diagnosis, di antaranya sebagai berikut.

Takut dengan psikolog atau dokter

Biasanya orang-orang ini takut dengan apa yang akan dikatakan oleh psikolog, dokter, atau ahli lainnya tentang keluhan penyakitnya. Sehingga enggak sedikit orang yang lebih percaya dengan informasi yang ada di internet.

Kurang punya rasa percaya ke para ahli

Alasan kedua adalah kamu memiliki kurang rasa percaya terhadap dokter, psikolog, psikiater, atau pun ahli lainnya. Banyak yang percaya kalau tenaga ahli melakukan malapraktik sehingga seenaknya dalam mendiagnosis suatu penyakit.

Laporan Afifa Inak