Jatuh Bangun Paul Van Doren Mendirikan Vans

Mungkin Paul Van Doren enggak pernah menyangka bahwa brand sepatu yang ia dirikan dengan tiga orang rekannya akan menjadi salah satu merek sepatu paling berpengaruh di dunia.
Yap, siapa sangka, brand sepatu yang awalnya hanya menjual 12 pasang sepatu di hari pertama penjualannya, kini berubah menjadi sebuah perusahaan raksasa yang produknya diburu oleh hampir semua orang, bahkan para selebriti dunia.
Ide besar ini ternyata berawal dari sebuah toko yang terletak di jalan 704E Broadway, Anaheim, California. Saat itu, Paul Van Doren dan tiga rekannya menamai toko pertama mereka sebagai The Van Doren Rubber Company, pada 16 Maret 1966 silam.
Saat pertama kali dibuka, perusahaan yang kini dikenal dengan nama Vans, memiliki sebuah strategi penjualan yang terbilang unik, yakni memproduksi semua sepatu langsung di toko, dan menjualnya langsung kepada para pembeli. Saat itu, model pertama yang dijual adalah The Vans #44, atau yang kini dikenal sebagai Vans Authentic.
Besar karena skateboard

Enggak bisa dipungkiri kalau banyak orang mengenal Vans dari skena olahraga ekstrem, salah satunya adalah skateboard. Sebab, sejak awal dibentuk, Vans memang sudah ‘mengkhususkan’ diri sebagai brand sepatu yang biasa dipakai oleh para skateboarder profesional.
Hal itu bisa dilihat pada era 1970-an, enggak lama setelah Vans mengeluarkan model pertamanya. Di tahun itu, olahraga skateboard memang sedang digandrungi para remaja di California.
Enggak mau ketinggalan momentum, Vans lalu membuat sebuah model sepatu ikonik yang didesain oleh dua legenda skateboard dunia, Tony Alva dan Stacy Peralta. Model ini dinamai Vans #95 atau yang kini dikenal sebagai Vans Era, yang dirancang pada tahun 1975. Berbekal produk inilah, Vans seakan mulai menahbiskan diri sebagai produk yang cocok digunakan untuk olahraga skateboard.

Sepak terjang Vans enggak berhenti sampai di situ. Mereka kemudian melakukan beberapa inovasi dengan meluncurkan salah satu model sepatu ikonik lainnya, Slip-on, yang dibuat pada 1977. Model ini makin terkenal karena dipakai oleh Sean Pean yang memerankan sosok Jeff Spicoli, cowok yang gila surfing, dalam film Fast Times at Ridgemont High (1982).
Salah strategi, Vans merugi
Enggak mau berpuas diri, Vans kembali berinovasi. Namun, kali ini Vans mencoba peruntungannya untuk menyaingi beberapa nama besar di bidang olahraga lain, seperti atletik. Saat itu, Vans memproduksi banyak desain sepatu untuk gulat, baseball, hingga breakdance.
Sialnya, strategi itu enggak berjalan baik. Jumlah produksi sepatu yang banyak, rupanya enggak sebanding dengan penjualan yang dihasilkan.
Alhasil, Vans memiliki banyak hutang karena dana besar yang digunakan untuk promosi enggak membuat produk tersebut laku di pasaran. Akhirnya, pada 1983, Vans dinyatakan bangkrut.
Pengalaman buruk itu rupanya membuat Vans banyak belajar. Seenggaknya, untuk memulihkan kondisi ekonominya, Paul Van Doren cs. kembali membuat dan menjual sepatu di jalan. Enggak lupa, mereka juga kembali menyasar para skateboarder sebagai target utamanya.
Rencana tersebut terbilang sukses. Hanya tiga tahun setelah kebangkrutannya, tepatnya pada 1986, ekonomi Vans mulai membaik sehingga mereka bisa melunasi semua hutangnya.

Setelah itu, Vans kembali gencar mempromosikan brandnya lewat sejumlah campaign, salah satunya adalah Vans Warped Tour yang ada sejak 1995 silam dan masih eksis hingga sekarang.
“Kami lebih punk dan rock ketimbang hip hop. Tapi yang jelas kami adalah skateboarding,” ujar Van Doren.
Kalimat tersebut semakin menegaskan bahwa Vans memang punya pasar sendiri di kalangan musisi, serta para pecinta olahraga ekstrem dunia. Namun, enggak cuma jadi ajang ‘hura-hura’ para pecinta olahraga ekstrem, nyatanya, acara ini juga disebut-sebut sebagai salah satu bagian penting dari perjalanan karier internasional beberapa musisi besar dunia.
Nama-nama seperti Paramore, My Chemical Romance, Avenged Sevenfold, hingga Blink-182, disebut-sebut menjadikan panggung Vans Warped Tour sebagai batu loncatan untuk karier mereka masing-masing. Bahkan, Blink-182 juga mengabadikan festival tersebut menjadi salah satu lagu populer mereka, ‘The Rock Show’.
“Kami sangat bersyukur karena ada banyak selebriti, musisi, seniman, dan atlet yang mencintai brand kami,” pungkas Presiden VF Action Sports Vans, Kevin Bailey, seperti yang dikutip dari CNBC.
