Kamu Coffee-Addict dan Sering Sakit Kepala? Yuk, Jaga Pola Hidup Sehat!

Millennialverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan alami migrain atau sakit kepala. Foto: PBXStudio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan alami migrain atau sakit kepala. Foto: PBXStudio/Shutterstock

Nyeri atau timbul rasa sakit kepala secara berulang dan berkelanjutan tentunya akan sangat mengganggu.

Kondisi ini bisa dirasakan siapa saja, khususnya bagi kamu anak muda yang tidak menjaga pola hidup sehat. Misalnya, saja mengkonsumsi kopi berlebihan, alkohol, hingga rokok.

Dokter Spesialis Saraf Siloam Hospitals Mampang, dr. Maria Ardelia Purwaningrum Sp.S., mengatakan, sakit kepala berdasarkan waktunya dibagi menjadi dua, yakni akut (kurang dari tiga bulan) dan kronis (nyeri kepala yang terjadi lebih dari tiga bulan secara kontinyu).

"Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala atau cephalgia dapat dibagi menjadi dua, yaitu sakit kepala primer, yang umumnya tidak ditemukan adanya kelainan struktural, anatomi maupun metabolik, contohnya ialah sakit kepala tipe tegang (tension type headache), sakit kepala migren dan sakit kepala berkelompok (cluster type headache)," jelas dr. Maria pada bincang sehat pada akun Live Instagram Siloam Hospitals Mampang di Jakarta, Rabu (12/4/2023).

"Dan sakit kepala sekunder yaitu terjadinya sakit kepala akibat dari adanya kelainan struktural maupun penyakit lain yang mendasari, contohnya infeksi, sakit gigi, pecah pembuluh darah otak, cedera kepala, bahkan tumor dan beberapa lainnya," imbuh dr. Maria.

Ilustrasi wanita sakit kepala. Foto: Maridav/Shutterstock

Neurolog yang berpraktik tetap di Siloam Hospitals Mampang ini pun mengingatkan agar lebih waspada apabila setelah mengkonsumsi obat antinyeri (analgetik) dan beristirahat.

Lalu, mewaspadai kondisi sakit kepala tidak kunjung membaik, namun justru intensitasnya berubah menjadi lebih berat hingga mengganggu aktivitas, atau disertai gejala lainnya seperti demam, kelemahan anggota gerak, pandangan dobel, atau keluhan lainnya, segera periksakan diri ke Neurolog.

"Cara terbaik adalah segera melakukan konsultasi jika obat anti nyeri tidak mampu meredakan keluhan sakit kepala. Dari konsultasi ini keluhan pasien dapat dicari pencetusnya ataupun penyebabnya, diperiksa lebih lanjut, dan diharapkan untuk dapat segera diatasi," ungkap dr. Maria.

Menurutnya, dokter akan melakukan sejumlah upaya: Anamnesis yaitu tanya jawab dokter dengan pasien yang akan membantu mengarahkan ke diagnosis, pemeriksaan fisik lengkap bahkan pada “kasus” tertentu akan dilengkapi dengan pemeriksaan penunjang seperti: CT scan maupun MRI.

Ilustrasi penumpang pria mengeluh sakit kepala. Foto: Shutterstock

Walaupun, sebaiknya, pasien tidak perlu overthinking terhadap keluhan sakit kepala yang dirasakannya karena banyak penyebab yang dapat menjadi dasar keluhan sakit kepala yang berkepanjangan, tidak semua mengarah kepada kegawatan maupun keganasan, dan dengan memeriksakan diri, diagnosis dokter akan mengarah kepada penyebabnya,

"Rasa nyeri bersifat subjektif, sehingga sangat mungkin berbeda-beda gambaran rasa nyeri antara satu pasien dengan lainnya, dan diperlukan tanya jawab mendalam dengan dokter, untuk memastikan apa saja penyebab maupun pencetus nyeri kepala yang dirasakan oleh pasien," jelas dr. Maria.

Jaga Gaya Hidup Sehat

Sakit kepala berat yang mengarah ke stroke terutama stroke perdarahan, sangat umum terjadi namun biasanya disertai keluhan neurologik mendadak, seperti bicara pelo, mulut merot, lemah separuh badan/anggota gerak, serta bisa berupa gangguan keseimbangan mendadak.

Mengenai korelasi pada penyakit stroke juga harus dipahami akan pentingnya golden period pada penanganan medis terutama pada kasus stroke penyumbatan.

Akupunktur untuk beberapa kasus sakit kepala mungkin dapat mengurangi gejala namun seringkali tidak menuntaskan sumber sakitnya, itupun biasanya hanya untuk yang berkategori sakit kepala premier. Pada sakit kepala sekunder, penyebab utamanya yang tetap harus diatasi terlebih dahulu, untuk menghilangkan keluhan sakit kepala.

Ilustrasi minum air putih. Foto: Melly Meiliani/kumparan

dr. Maria pun menjelaskan sejumlah upaya pencegahan yang bisa kamu lakukan terkait pola hidup sehat. Apa saja?

"Hindari paparan sinar matahari yang terik secara langsung dalam waktu yang lama, kelola stres, jangan terlalu lelah, konsumsi makanan bergizi, air putih dan tidur cukup serta hindari kafein berlebihan, alkohol, dan rokok. Dalam beberapa kasus migran, cokelat pun dapat menjadi pencetus, sehingga sebaiknya dihindari. Ini adalah tips-tips menghindari timbulnya sakit kepala," kata dr. Maria.

"Adapun menjaga pola hidup sehat inilah yang akan membantu dalam menghindari keluhan sakit kepala, apalagi yang berkepanjangan, karena penanganan sakit kepala tidak hanya berupa obat-obatan, namun juga menjaga lifestyle," pungkasnya.