Kawula Muda Ini Waktu yang Tepat untuk Meditasi, Dapat Jadi Pereda Stres

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan stres. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan stres. Foto: Shutter Stock

Salah satu kegiatan yang dapat mengurangi stres dan dapat menenangkan tubuh adalah meditasi. Meditasi merupakan kegiatan olah tubuh dan juga pikiran. Banyak dilakukan untuk menangkan diri.

Tapi, apakah waktu kamu melakukan meditasi akan membuahkan perbedaan dalam hasil? Meskipun sebelum matahari terbit dianggap waktu yang tepat untuk melakukan meditasi, sebagian besar ahli mengatakan kalau kapan saja kamu melakukan meditasi adalah waktu yang tepat.

Dilansir Healthline, menurut Pusat Nasional untuk Kesehatan Pelengkap dan Integratif, ada penelitian yang menunjukkan kalau meditasi dapat mengurangi kecemasan, depresi, tekanan darah, insomnia, dan gejala sindrom iritasi usus besar.

Kamu mungkin sering mendengar banyak alasan untuk berlatih meditasi. Mulai dari relaksasi hingga hubungan spiritual.

Secara keseluruhan, para peneliti telah mengidentifikasi lima karakteristik yang menentukan efektivitas latihan meditasi, yaitu contoh atau frekuensi sesi latihan; durasi atau lamanya waktu latihan; kepatuhan terhadap instruksi latihan; kompetensi, relevansi budaya, dan pemahaman konteks alasan kamu berlatih; dan kenikmatan.

Ilustrasi Meditasi Foto: Dok. Shutterstock

Berapa lama waktu terbaik untuk meditasi?

Seorang praktisi gong dan instruktur yoga Kundalini, Monique Derfuss, mengatakan mengacu pada waktu ideal untuk berlatih yoga dan meditasi. Menurutnya, waktu yang ideal untuk berlatih yoga dan meditasi adalah 2,5 jam sebelum matahari terbit ketika matahari berada di 60 sudut derajat terhadap bumi.

Derfuss mengatakan bahwa di jam tersebut energi paling mendukung pekerjaan spiritual dan ada keheningan yang unik.

Meskipun rutinitas ini adalah bukan untuk semua orang. Dengan gaya hidup yang sibuk, kapan saja bisa bermeditasi dan merupakan waktu yang tepat.

Menurut penelitian dari praktisi India dalam tradisi Brahma Kumaris Rajayoga (BKRY), para peneliti menemukan kalau kompetensi bukan durasi latihanlah yang menentukan apakah meditasi menghasilkan peningkatan kesejahteraan.

Tapi, mereka juga menemukan beberapa korelasi antara lama latihan dengan ukuran kesejahteraan. Bermeditasi secara teratur dalam 8 minggu selama 13 menit sehari telah terbukti cukup untuk mendapatkan manfaat dari latihan.

Tapi, keteraturan juga mungkin sama pentingnya. Berlatih selama 13 menit sekali selama beberapa bulan enggak akan menghasilkan banyak manfaat seperti berlatih selama 5 menit setiap harinya.

Pada akhirnya, enggak ada angka ajaib untuk mencari durasi yang tepat dan ideal dalam bermeditasi. Yang terpenting adalah kamu memilih jangka waktu yang realistis, praktis, dapat ditiru, dan menyenangkan.

Sebuah penelitian juga menemukan kalau saat peserta mengalami emosi positif selama meditasi pertama, maka frekuensi dan lamanya latihan juga akan meningkat. Kamu akan tetap berlatih jika menikmati meditasi dan mengaitkannya dengan perasaan positif.

Meski terlihat seperti enggak perlu dipikirkan, tapi ada kesalahpahaman umum tentang meditasi harus berat atau terlalu fokus agar bermanfaat.

Yang benar adalah jika kamu memaksakan diri untuk bermeditasi tapi enggak fokus dan enggak mendapatkan perasaan positif maka kamu berada di ambang ketidaknyamanan. Ingat, meditasi ini bukan marathon. Jadi kamu harus santai dan merasakan kenikmatan dari meditasi.

Laporan Afifa Inak