Kawula Muda Wajib Tahu, Ini 5 Dampak Buruk akibat Terlalu Sering Bergadang

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bergadang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bergadang. Foto: Shutterstock

Tidur sangat penting bagi tubuh. Saat tidur, tubuh akan memperbaiki diri baik secara fisik maupun mental. Kamu akan merasa segar dan berenergi saat bangun dan siap menjalani aktivitas.

Kebutuhan tidur setiap orang pun enggak sama. Tubuh umumnya butuh tidur yang berkualitas selama 7โ€“9 jam setiap harinya. Sedangkan, anak-anak dan remaja butuh waktu tidur lebih banyak yaitu sekitar 8โ€“10 jam setiap hari.

Kebutuhan tidur yang enggak tercukupi, dapat menyebabkan kamu terlihat sangat lelah, lemas, menguap sepanjang hari, dan sulit berkonsentrasi.

Meskipun bagi sebagian orang begadang adalah hal yang biasa karena misalnya ada pekerjaan yang menumpuk hingga harus bekerja sampai larut malam.

Tapi, jika ini terus dilakukan, maka banyak pengaruh buruk yang bisa terjadi terhadap kesehatan dan keselamatan.

Kira-kira efek negatif apa saja yang terjadi kalau enggak cukup tidur? Yuk, simak di bawah ini seperti dilansir Brain Academy.

Bikin emosi mudah meledak

Ilustrasi perempuan marah-marah. Foto: wavebreakmedia/Shutterstock

Kurangnya waktu tidur dapat membuat bagian otak bernama amigdala atau saraf yang mengendalikan emosi termasuk keinginan untuk marah, menjadi lebih aktif. Hal ini berdampak terhadap meningkatnya emosi negatif dan ketidakmampuan untuk mengendalikan perasaan yan buruk.

Sebuah penelitian pun juga memperkuat argumen tersebut dengan menunjukkan bahwa kurangnya tidur yang diperoleh di malam hari dapat mengakibatkan seseorang menjadi mudah marah dan stress di keesokan harinya.

Parahnya, kurang tidur juga bisa mengakibatkan seseorang payah dalam mengambil keputusan, berkonsentrasi, berpikir, hingga mudah mengalami sedih dan gelisah.

Mengalami microsleep saat berkendara

Ilustrasi mengantuk saat mengemudi. Foto: Shutter Stock

Hati-hati. Karena kurangnya waktu tidur bisa menyebabkan kamu mengalami tidur sekejap atau microsleep. Ini adalah keadaan ketika seseorang tertidur selama beberapa detik. Microsleep ini bisa terjadi ke orang yang sangat mengantuk tapi menahan dirinya untuk tidur agar menyelesaikan sesuatu yang tengah dikerjakan.

Microsleep sendiri bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Sebelum mengalami microsleep, tubuhmu akan menunjukkan tanda-tanda, seperti hilang fokus, enggak mendengar pembicaraan sekitar, enggak ingat dengan kejadian 1โ€“2 menit yang lalu, menjatuhkan barang yang digenggam, kehilangan control terhadap tubuh sehingga kepala berjatuh tiba-tiba.

Meski microsleep terjadi hanya beberapa detik saja, mengalami keadaan ini akan berbahaya terutama saat kamu sedang mengemudi.

Rentan alami stres

Ilustrasi stres. Foto: Shutterstock

Tidur dan stres punya hubungan timbal balik. Saat stres, merupakan salah satu faktor penyebab seseorang mengalami kurang tidur. Ternyata, kurang tidur juga menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami stres.

Pada dasarnya, hal ini mungkin saja terjadi karena emosi, perilaku, dan pengaturan waktu tidur yang saling berkaitan. Waktu tidur yang singkat dapat meningkatkan hormon stres, kemudian perubahan hormon ini membuat orang menjadi sulit tidur.

Kulit terlihat lebih tua

Ilustrasi Perempuan dengan masalah kulit. Foto: dok. Freepik

Saat kamu tidur dengan waktu yang cukup, tubuhmu akan membentuk kolagen yang merupakan xat untuk menjaga kesehatan serta peremajaan kulit. Kolagen bisa mencegah kulit untuk mengalami penuaan dini, dengan menahan pembentukan kerutan di area wajah.

Tapi, jika waktu tidurmu terganggu, maka otomatis, tubuh enggak bisa memproduksi kolagen dengan normal. Beberapa penelitian juga menyebutkan kalau seseorang enggak mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur di malam hari, wajah mereka akan terlihat 10 tahun lebih tua dari usia aslinya.

Terancam mengalami obesitas

Ilustrasi Obesitas. Foto: Shutterstock

Kurangnya waktu tidur juga bisa menjadi salah satu penyebab obesitas. Tubuh manusia punya dua hormon yang mempengaruhi nafsu makan, yaitu ghrelin (hormon lapar) dan leptin (hormon kenyang).

Saat seseorang enggak cukup tidur, ghrelin yang ada di dalam diri akan meningkat sedangkan hormon leptin akan mengalami penurunan.

Kurang tidur juga bisa mengurangi proses metabolism dan pembakaran kalori yang seharusnya berlangsung saat mereka tidur hingga 5-20 persen.

Laporan Afifa Inak