kumparan
5 Des 2018 16:16 WIB

Kemendikbud Kasih Bantuan TIK ke Sekolah di Daerah 3T

Pemberian bantuan TIK Kemendikbud. (Foto: BKLM Kemendikbud)
Dukungan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) di era industri 4.0 saat ini menjadi hal yang enggak bisa dilepaskan di segala sektor, termasuk sektor pendidikan di sekolah. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, TIK membantu pekerjaan menjadi efisisen dan lebih sederhana.
ADVERTISEMENT
“Peningkatan digitalisasi dan otomasi (di era industri 4.0) ini juga berdampak signifikan terhadap pendidikan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Muhadjir saat membuka International Symposium On Open, Distance and E-Learning 2018 (ISODEL), di Bali (3/12).
Oleh karena itu untuk menutup kesenjangan TIK di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal, pemerintah menggagas program Universal Service Obligation (USO) dan pelatihan Rumah Belajar ke guru di daerah.
“Untuk melaksanakan program di atas, kami bermitra dengan Kemenkoinfo, dan juga dengan sektor swasta, dengan memberikan program yang disebut Bantuan TIK untuk Sekolah di Wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal,” terang Muhadjir dilansir situs resmi Kemendikbud.
Di sela-sela ISODEL, Muhadjir memberikan Bantuan TIK kepada 70 sekolah di wilayah 3T. Setiap sekolah itu masing-masing mendapatkan 4 komputer jinjing (laptop), 1 LCD proyektor, 1 perangkat akses internet, dan 1 hard disk eksternal yang berisi konten-konten Rumah Belajar.
ADVERTISEMENT
“Dengan perangkat TIK, harapannya daerah 3T dapat mengakses seluruh materi yang juga diakses oleh anak-anak di perkotaan sehingga sekolah-sekolah di daerah 3T tidak memiliki hambatan untuk belajar dengan materi-materi yang sama, sehingga kualitas pendidikan di daerah 3T dan perkotaan sama kualitasnya,” tutur Mendikbud.
Menurut Muhadjir, lebih dari 1.400 sekolah di daerah terpencil hampir di semua provinsi kini telah terhubung dengan akses internet. Tahun depan, rencananya Kemendikbud bakal mengajukan 4.000 unit bantuan TIK lagi ke pemerintah, khususnya untuk daerah 3T.
Mendikbud memberikan apresiasi kepada Provinsi Bali yang menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengadopsi portal Rumah Belajar untuk sekolah menengah dan kejuruan. Rumah Belajar menyediakan fitur ruang kelas digital untuk guru, siswa, dan tenaga kependidikan yang dihubungkan dalam satu atap pendidikan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan