Kenalan sama Christian Evan, Lulusan Ilmu Aktuaria Peraih IPK Tertinggi di UI

Millennialverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kenalan sama Christian Evan, Lulusan Ilmu Aktuaria Peraih IPK Tertinggi di UI dok www.ui.ac.id
zoom-in-whitePerbesar
Kenalan sama Christian Evan, Lulusan Ilmu Aktuaria Peraih IPK Tertinggi di UI dok www.ui.ac.id

Pada wisuda virtual Universitas Indonesia Program Sarjana dan Vokasi belum lama ini, Christian Evan Chandra dari Ilmu Aktuaria dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Dia satu-satunya lulusan yang mendapatkan IPK tertinggi yakni 4.

Dilansir laman UI, cowok berusia 22 tahun ini menyelesaikan masa studinya selama 3,5 tahun. Christian mengaku enggak pernah membayangkan sebelumnya karena persaingan di jurusan kuliah tersebut sangat ketat.

Cowok yang akrab disapa Cev itu menjadi mahasiswa UI pada 2017 melalui jalur SBMPTN. Dia memilih Ilmu Aktuaria karena sudah mencintai Matematika sejak kecil.

Selama masih menjadi mahasiswa, Cev aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik yang diadakan di luar kampus. Dia juga meraih predikat Penerima Beasiswa READI Project, juara lomba karya tulis ARECA Actuarial Scholarship 2020, dan Top 10 Taspen Breakthrough Innovation Competition 2020.

Walau Cev sangat menyukai Aktuaria sejak dini, bukan berarti enggak ada tantangan yang dia hadapi selama kuliah.

Saat masih menjadi mahasiswa, dia ditantang untuk dapat memahami implementasi ilmu Aktuaria dari berbagai studi kasus dengan cepat. Cev diminta merancang formulasinya sehingga bisa mendapatkan solusi yang tepat.

Setelah lulus kuliah, Cev bilang mau menjadi aktuaris dan enggak menutup kemungkinan untuk melanjutkan studinya ke jenjang S2.

Tentang Jurusan Kuliah Ilmu Aktuaria

kumparan post embed

Ilmu Aktuaria di kampus UI masih terbilang baru dan dibuka secara resmi pada Agustus 2020. Sebelumnya, jurusan kuliah ini merupakan bagian dari peminatan di jurusan Matematika FMIPA UI.

Ilmu Aktuaria di UI sudah memiliki kerja sama dengan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), yang menyelenggarakan ujian sertifikasi profesi aktuaris melalui penyetaraan mata kuliah tertentu. Sehingga para lulusannya enggak perlu menempuh ujian sertifikasi dari awal lagi.

Di Indonesia, tenaga aktuaris masih jarang. Prospek kerja di bidang ini terbuka luas seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan kebutuhan perusahaan.

Laporan: Afifa Inak