Kenali Lebih Dalam Tentang Savior Complex, Membantu Orang Lain Secara Berlebihan

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi orang tua membantu anak mengikat tali sepatunya. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang tua membantu anak mengikat tali sepatunya. Foto: Shutterstock

Punya keinginan untuk membantu orang lain adalah hal yang baik. Tapi, akan menjadi masalah saat kamu ingin membantu atau menyelematkan orang lain secara berlebihan.

Sikap seperti ini disebut juga dengan savior complex. Apa sih savior complex itu?

Savior complex adalah sebuah sikap yang berorientasi untuk membantu dan menyelematkan orang lain secara berlebihan. Orang yang memiliki sikap ini punya kebutuhan untuk mengatasi masalah orang lain terlepas dari apakah orang tersebut menginginkan bantuan atau enggak seperti dilansir Healthline.

Apa saja tanda-tanda yang dialami oleh orang dengan savior complex? Berikut adalah gejala yang akan dialami, yaitu: selalu tertarik menolong orang yang punya banyak masalah, percaya kalau menolong orang adalah tujuan hidup, percaya kalau mampu mengubah orang lain menjadi lebih baik, sering mengorbankan diri sendiri untuk membantu orang lain, merasa bersalah saat enggak bisa membantu orang lain, dan merasa diri sendiri berguna saat membantu orang lain.

Memang, menolong orang lain saat mengalami kesulitan adalah hal yang bagus. Tapi, saat kamu menganggap dirimu sebagai satu-satunya penemu solusi bukanlah tindakan yang tepat. Ingat, enggak semua masalah memiliki solusi langsung.

Dampak Savior Complex

Memiliki sikap savior complex ini juga dapat berdampak buruk bagi fisik dan mentalmu. Berikut adalah dampak dari mencoba menolong orang lain secara berlebihan:

Kehabisan Energi

Kamu menggunakan seluruh energi dan waktumu untuk membantu orang lain. Sehingga kamu memiliki sedikit energi untuk dirimu sendiri. Kamu pun merasa energimu terkuras lebih banyak, menjadi letih, pusing, dan gejala fisik lainnya.

Masalah Hubungan

Saat kamu melihat sikap buruk di pasangan atau sahabatmu, kamu mencoba mengubah sikap dan kepribadiannya agar menjadi lebih baik. Tapi, hal ini juga bisa menimbulkan masalah di hubunganmu jika kamu selalu berterus terang untuk memperbaikinya.

Merasa Gagal

Punya pola pikir sebagai penyelamat membuatmu akan merasa gagal jika enggak bisa mengatasi masalah dari orang lain. Kamu pun dapat mengalami kelelahan mental, mengkritik diri sendiri, merasa enggak mampu, merasa bersalah, dan dapat menjadi frustrasi.

Suasana Hati Buruk

Perasaan gagal bisa menyebabkan gangguan emosional yang enggak diinginkan. Seperti depresi, kebencian, hingga hilangnya control diri. Kamu menganggap bahwa dirimu memang terlahir untuk membantu orang lain. Tapi saat kamu enggak bisa membantu mereka, suasana hatimu pun memburuk.

Cara Mengatasi Savior Complex

Berikut adalah cara mengatasi sikap menolong orang lain secara berlebihan:

- Tetap berpegang teguh pada keyakinan kalau menolong itu baik. Tapi kamu juga harus ingat kalau enggak semua orang mau mendapatkan pertolongan.

- Coba latih keterampilan mendengarkan secara aktif dan memahami dengan baik maksud dari orang lain.

- Hindarilah dorongan untuk mengenterupsi sesuatu dengan solusi dan saran yang menurutmu paling sesuai.

- Tunggu dulu sampai orang tersebut meminta bantuan. Jika enggak, kamu bisa menawarkan bantuan di akhir cerita mereka.

Laporan Afifa Inak