League Gandeng Terapi Urine dalam Sneakers Baru

Brand sneakers lokal, League, menggandeng unit grindcore asal Bandung, Terapi Urine, dalam sepatu terbaru.
Andri selaku gitaris Terapi Urine menuturkan, kolaborasi ini berawal dari obrolan ngalor-ngidul antara salah satu personel dengan temannya yang bekerja di League.
Ternyata, gagasan tersebut diwujudkan oleh League dan mulai dirancang bersama di pengujung tahun lalu.
"Jujur aja, buat kami ini hal baru. Cukup eksperimental. Mungkin kami dilihatnya juga ini band apa, awur-awuran begini. Tapi kami tertarik karena (kolaborasinya) enggak nyambung," kata Andri kepada kumparan.
"Ranahnya beda banget, mungkin League mau mencoba ke anak-anak musik kenceng kayak kami, atau mungkin dari kami juga, 'oh, ternyata band kayak kita bisa, lho'," lanjut dia.
Sekilas, desain sneakers kolaborasi ini nampak familiar dan mirip dengan sepatu League lainnya. Bedanya cuma di warna dominan hitam dan hijau terang sebagai ciri khas band pelantun Cir Gobang Gocir itu, serta tulisan Terapi Urine dengan jenis font khusus pada bagian lidah sepatu.
Andri mengatakan, mereka emang cuma memodifikasi dari sepatu yang udah ada.
"Merancang sepatu adalah hal yang belum pernah kami lakukan. Akhirnya, kami cari jalan tengah aja daripada buang-buang waktu dan resource," tuturnya.
Proses pembuatan sepatu ini enggak memakan waktu yang lama. Prototipe pertama udah siap sejak sekitar November 2019. Tapi, karena pandemi COVID-19, akhirnya diundur dan baru diumumkan ke publik pada awal Juni lalu.
"Kami, 'kan, emang santai aja. Enggak ada target juga ini mau dikeluarin kapan. Project senang-senang aja," ucap dia.
Penggemar Terapi Urine dan League juga harus bersabar karena sampai sekarang, sneakers kolaborasi ini belum dipasarkan. Andri cs baru membagikannya kepada penggemar lewat giveaway di Instagram @terapiurine.
Selain sneakers, Andri menyebut Terapi Urine berencana merilis materi baru pada tahun ini setelah dua tahun vakum. "Ini waktu yang cukup buat bikin anak-anak gila, terus pelariannya ke band lagi," katanya.

