Mahasiswa Perlu Tahu! Ini 4 Alasan Kenapa Skripsimu Terus Mengalami Revisi
ยทwaktu baca 3 menit

Menyusun skripsi rasanya enggak mungkin bisa langsung 100 persen benar. Prosesnya pasti akan diwarnai dengan revisi. Revisi merupakan proses yang diberikan dosen pembimbing untuk melakukan perubahan yang lebih baik.
Bisa dengan memberikan masukan, saran, serta beberapa koreksi pada tulisan yang sudah kita buat bab demi babnya. Sehingga nantinya tugas akhir maupun pekerjaan yang direvisi dapat menuju hasil yang diinginkan dan sesuai standar.
Mungkin rasanya kalau satu dua kali revisi masih rasanya baik-baik saja, tapi kalau kerap berulang kali pastinya bikin kehilangan semangat untuk melanjutkan tugas akhir tersebut ya.
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan skripsi harus direvisi. Kira-kira apa saja? Berikut beberapa di antaranya.
Belum menggambarkan sebuah permasalahan yang diteliti di bagian pendahuluan
Skripsi merupakan tulisan yang memaparkan hasil penelitian terkait sebuah masalah atau fenomena tertentu di masyarakat. Nah dengan ini harapannya karya ilmiah yang sudah disusun bisa memberikan menjawab atau menawarkan solusi jitu berdasarkan bukti saintifik bagi permasalahan tersebut.
Karenanya, latar belakang skripsi perlu menggambarkan dan menyebutkan permasalahan utama serta hubungan antar variabel yang akan diteliti.
Terkadang sering kali juga faktor penyebabnya muncul dari: Hubungan masalah antar variabel belum jelas atau belum ada atau masih kurangnya penelitian terdahulu yang dilakukan orang lain untuk memperkuat fakta masalah yang akan diteliti. Kemudian tujuan penelitian dengan rumusan masalah enggak nyambung atau enggak saling berkaitan.
Kesalahan penulisan (typo) dan format
Sering kali ketika membuat tulisan banyak sekali yang masih melakukan kesalahan penulis (typo) dan enggak mengikuti format yang sudah sesuai prosedurnya. Beberapa orang masih salah dalam penulisan titik dua, huruf miring (italic), dan format baris. Selain itu, termasuk juga dalam konsistensi penggunaan kata. Penyebabnya bisa sangat beragam, termasuk adalah akibat copy-paste dan tidak dibaca ulang.
Metode penelitian yang belum jelas dan enggak dijabarkan secara rinci
Kemudian metode penelitian. Biasanya banyak terjadi revisi dalam hal ini, bukan berarti karena mahasiswanya kurang belajar. Bisa jadi memang metode penelitian harus jelas didiskusikan demi perolehan hasil dan pelaksanaan kaidah penelitian yang sesuai.
Metode penelitian menjadi cara untuk mengumpulkan data yang nantinya akan diolah dan dianalisis untuk menjawab hipotesis yang sudah ditetapkan. Karenanya, metode penelitian harus bisa dijabarkan dengan jelas dan rinci, sebut saja mulai dari: jenis penelitian, populasi dan sampel penelitian, hingga teknik analisis data.
Kesalahan pengutipan
Pengutipan menjadi hal penting yang mesti diperhatikan oleh penulis. Kesalahan dalam mengutip bisa berakibat fatal. Tuduhan plagiat bisa saja terjadi hanya karena kesalahan mengutip. Mulai dari nama penulis, tahun, gagasan atau pemikiran seorang penulis buku, artikel serta penanda pembubuhan tanda baca.
Laporan Mutiara Oktaviana
