Mau Bekerja di Startup? 5 Pelatihan Ini Bisa Kamu Coba!

Millennialverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bekerja di Startup. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bekerja di Startup. Foto: Shutterstock.

Bekerja di perusahaan besar dan mapan saat ini mungkin sudah tidak menjadi pilihan utama bagi generasi milenial. Ya, berkecimpung di dunia startup rupanya punya daya tarik tersendiri sebagai tempat untuk memulai karier bagi generasi yang menyukai tantangan ini.

Survei World Economic Forum (WEF) tahun 2019 mengungkapkan, 56 ribu pemuda berusia 15-35 tahun di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) menunjukkan keinginan yang kuat untuk bekerja di sektor teknologi. Bahkan, sebanyak 33 persen responden ingin bekerja untuk perusahaan rintisan (startup). Itu menjadi salah satu bukti bahwa mayoritas generasi muda di ASEAN ingin bekerja untuk startup.

Bukan tanpa alasan mengapa generasi milenial tertarik untuk bekerja di perusahaan rintisan. Jam kerja yang fleksibel, atmosfir kerja yang kasual, hingga dapat mengeksplorasi banyak hal, menjadi beberapa faktor pendukungnya.

Meski kehidupan pekerja startup mungkin terlihat seperti sedang bermain roller coaster, kamu punya banyak kesempatan untuk belajar hal baru dan bisa belajar lebih bertanggung jawab serta menambah wawasan tentang hal-hal yang tidak pernah kamu ketahui sebelumnya.

Bila kamu ingin bekerja di startup yang menawarkan budaya kerja yang menyenangkan dan fleksibel, ada beberapa pelatihan untuk meningkatkan hard skill yang kamu miliki. Apa saja?

Artificial Intelligent (AI)

Ilustrasi pekerjaan Artificial Intelligent. Foto: Shuttertscok

Masih ingat dengan drama Korea berjudul Startup yang viral tahun 2020? Ya, drama tersebut menggambarkan semangat generasi milenial dalam membuat perusahaan rintisan dengan memanfaatkan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.

Drama Startup juga diperlihatkan bagaimana kehadiran AI memiliki beragam manfaat, bahkan dapat membantu pekerjaan manusia jadi lebih efektif dan efisien. Misalnya, teknologi face recognition yang membuat para pemilik smartphone dapat membuka kunci layar hanya dengan menunjukkan wajah.

Teknologi AI ternyata sudah berada di kehidupan sehari-hari kita saat ini, manfaatnya bisa dirasakan langsung maupun secara tidak langsung. Di Indonesia, misalnya, IDC melaporkan adopsi AI sudah mencapai 24,6 persen yang dimanfaatkan oleh sejumlah industri. Menariknya lagi, angka tersebut merupakan yang tertinggi se-Asia Tenggara.

Seiring perkembangan zaman, generasi muda diharapkan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan AI dalam negeri sehingga Indonesia tidak lagi tertinggal di bidang teknologi. Itu artinya, banyak peluang pekerjaan di bidang ini, terutama pada perusahaan rintisan. Karenanya tak ada salahnya untuk melatih dan mengembangkan hard skill kamu di bidang ini dengan mengikuti pelatihan AI bersama Pintaria yang bisa kamu coba dengan Kartu Prakerja di sini.

Data analytics

Ilustrasi data analyst. Foto: Shutterstock.

Profesi sebagai data analyst memang cukup populer selama beberapa tahun belakangan dan banyak dibutuhkan oleh startup. Sebab, perusahaan rintisan membutuhkan praktisi data agar bisnisnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dilansir dari Northeastern University, pekerjaan ini memiliki tanggung jawab menganalisis data dan mencari informasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis. Selain menganalisis, mereka juga dituntut mengkomunikasikan hasil temuannya tersebut ke pihak-pihak terkait di perusahaan. Data yang disampaikan harus dikemas dalam bentuk visual, sehingga mudah dibaca dan dipahami oleh orang lain.

Memiliki kemampuan analisa yang baik saja nampaknya tidak cukup. Setidaknya, ada beberapa keterampilan yang harus dimiliki agar kamu sukses menjadi seorang data analyst. Di antaranya paham SQL dan Python (bahasa pemrograman), memiliki keahlian statistik terapan yang baik, dan mampu menerjemahkan data dan insight ke dalam visual atau grafik.

Tak perlu khawatir bila belum menguasai banyak keahlian untuk menjadi seorang data analyst. DQLab memberikan kesempatan kamu untuk menggali potensi diri lebih dalam. Ada pelatihan data analytics yang bisa kamu ikuti dengan memanfaatkan Kartu Prakerja di sini.

Digital Marketing

Ilustrasi pekerjaan digital marketing. Foto: Shutterstock

Pesatnya perkembangan teknologi sangat berpengaruh pada strategi pemasaran bisnis. Jika dulu marketing hanya berpusat pada pemasaran offline, saat ini strategi pemasaran juga berkembang ke ranah digital yang dapat menjangkau target konsumen secara lebih luas, cepat, dan tepat.

Strategi ini dinilai efektif dan efisien dalam menjangkau konsumen, terutama untuk meningkatkan brand awareness. Tak heran, profesi digital marketing menjadi salah satu jenis pekerjaan yang pasti dibutuhkan oleh startup dan punya prospek yang menjanjikan di era industri 4.0.

Untuk kamu yang tertarik berkecimpung di bidang ini, ada beberapa skill yang dibutuhkan. Skill utama yang perlu dikuasai adalah pemahaman tentang dunia digital, seperti penggunaan media sosial, mesin pencarian, pembuatan konten digital, serta pemahaman mengenai tools analytics. Selain itu, seorang digital marketer juga harus mengerti strategi dasar dalam memasarkan produk atau jasa, seperti content marketing, SEO, SEM, dan lainnya.

Siap untuk berkecimpung di bidang ini? Yuk, asah skill kamu dahulu dengan mengikuti pelatihan digital marketing di Skill Academy bersama Kartu Prakerja!

UI/UX Designer

Ilustrasi UI/UX Designer. Foto: Shutterstock.

Di era digital, prospek karier UI/UX designer sangatlah bagus karena dibutuhkan oleh banyak perusahaan rintisan. Meskipun kerap dibilang mirip, tapi UI dan UX designer punya perbedaan dari segi tanggung jawab pekerjaannya.

Seorang UI (User Interface) designer memiliki tugas menentukan tampilan website, software, atau aplikasi. Bisa dibilang, UI designer adalah orang yang mendesain tampilan muka website, software, atau aplikasi.

Sementara UX (User Experience) designer bertugas membuat website, software, atau aplikasi yang mudah digunakan oleh semua pengguna, terlihat eye catching dan tidak rumit. Dengan kata lain, UX designer punya tanggung jawab untuk meningkatkan kepuasan pengguna saat mengakses website, software, atau aplikasi. UX designer tak bekerja sendirian. Biasanya, ia akan berkolaborasi dengan dengan UX researcher, UX writer, dan UI designer.

Tertantang untuk menjadi UI/UX designer yang handal agar mendapatkan peluang kerja di startup? Asah skill kamu dengan mengikuti pelatihan UI/UX designer bersama Pintaria dengan menggunakan Kartu Prakerja di sini.

Copywriter

Ilustrasi pekerja copywriter. Foto: Shutterstock.

Popularitas copywriter semakin diminati dan dibutuhkan dalam bisnis, terutama di era digital seperti sekarang. Bagaimana tidak, seorang copywriter bisa menjadi pendukung pemasaran sebuah produk atau jasa.

Tak hanya sekadar menulis sesuai keinginan, tapi konten-konten yang dibuat oleh mereka harus catchy, up-to-date dan interaktif untuk menarik pembaca sehingga dapat membantu meningkatkan pemasaran suatu produk.

Selain menulis dalam bentuk artikel, copywriter juga perlu lihai menulis untuk keperluan aset komunikasi perusahaan seperti iklan, campaign, sales landing pages, atau email blast.

Menariknya, karier ini sering kali tidak membutuhkan latar belakang khusus. Namun, jika kamu ingin menjadi copywriter, ada skill dan kualifikasi yang harus kamu miliki. Di antaranya, memiliki kemampuan story telling, peka terhadap tren, memiliki kemampuan editorial, dan mengenal search engine optimization (SEO).

Ingin mencoba bekerja di bidang ini? Yuk ikuti berbagai pelatihan seputar copywriting di Pintaria dengan Kartu Prakerja di sini.

Program Kartu Prakerja. Foto: Shutterstock.

Berbagai pelatihan untuk meningkatkan hard skill ini bisa kamu coba dengan Kartu Parkerja. Program Kartu Prakerja memang didesain sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan para penerimanya. Penerima Kartu Prakerja bisa memilih berbagai topik pelatihan sesuai dengan minat dan kemampuan teknis dasar masing-masing agar lebih mudah dalam masuk lapangan pekerjaan baru.

Yuk manfaatkan Kartu Prakerja dengan sebaik-baiknya. Selamat mengikuti pelatihan!

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Kartu Prakerja