Memaknai HUT Kemerdekaan RI dengan Merdeka Finansial, Ini Caranya!
·waktu baca 5 menit

HUT Kemerdekaan ke-77 RI akan segera kita sambut. Meski dirayakan setiap tahun, sering kali kita perlu memaknai ulang kata “merdeka” itu sendiri. Ya, pasalnya “merdeka” itu sendiri bisa berbeda-beda bergantung “kaca mata” dan sudut pandang kita.
Jika melihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merdeka memiliki makna “bebas atau bisa berdiri sendiri”. Lantas, bagaimana kita sebagai individu bisa merayakan kemerdekaan?
Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan mewujudkan konsep merdeka finansial. Merdeka finansial merupakan satu kondisi di mana seseorang tidak perlu lagi khawatir akan kondisi keuangannya.
Sederhananya, berbagai kebutuhan, terutama dalam kehidupan sehari-hari, bisa dipenuhi. Tak hanya itu, gaya hidup pun bisa dijalankan tanpa takut dan mempertimbangkan kondisi keuangan.
Jika merdeka finansial, tak hanya kebutuhan dan gaya hidup, kamu bahkan punya aset uang cukup bukan hanya untuk hari esok, tetapi untuk masa depan. Aset yang kamu miliki bisa berupa tabungan investasi, dan sebagainya. Tapi konsep ini nggak sama dengan kekayaan tanpa batas, ya, guys!
Annisa Steviani, seorang perencana keuangan yang tersertifikasi, menjelaskan bahwa makna merdeka finansial tidak sama bagi setiap orang. Sehingga setiap orang harus bertanya pada diri sendiri keinginan merdeka mereka.
“Ada yang sudah punya passive income yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup, tapi masih ingin tetap bekerja. Ada yang sudah cukup punya passive income saja tanpa lagi bekerja. Ada juga yang mendefinisikan merdeka finansial dengan punya deposito atau punya 5 rumah,” ujar Annisa.
Untuk kamu yang masih bingung cara yang tepat untuk menuju kemerdekaan finansial, cek 4 poin penting di bawah ini, ya!
4 Cara Jago Menuju Merdeka Finansial
Tentukan tujuan hidup
Merdeka finansial di umur 30 tahun memang tak mudah. Kebanyakan orang perlu melalui fase struggling, survive, dan maintaining. Jika tiga tahap penting ini bisa dilalui, barulah kita bisa memasuki masa building. Di sini kita mulai bisa mencari cara menambah aset.
Meski begitu, sebelumnya kita harus mencari dan memantapkan tujuan hidup. Apa, sih, maksudnya?
Sederhananya, kamu perlu menentukan usia pensiun, jumlah uang yang ingin dimiliki, target beli rumah, waktu beli rumah, dan lain-lain. Ingat, tujuan hidup tidak perlu sama dengan orang lain. Temanmu mungkin butuh mobil pribadi, tapi kamu mungkin tidak. Jadi, pikirkan dengan matang tujuan “kemerdekaan” kamu, ya!
Buat perencanaan keuangan
Jika tujuan sudah jelas, kamu bisa mulai masuk fase budgeting. Mulailah dengan membagi dan memisahkan pos pengeluaran. Buat pos prioritas seperti pembayaran tagihan, transportasi harian, dan konsumsi.
Tak hanya pengeluaran prioritas, kamu juga perlu memberikan pos untuk tabungan. Ya, jika ingin merdeka finansial, kamu perlu memiliki tabungan dengan jumlah yang cukup agar tidak ada rasa was-was, stres, dan perasaan negatif lainnya terkait keuangan. Budgeting yang matang bisa membantu kamu mengendalikan uang sehingga tidak ada overspending.
Memisahkan uang seperti ini identik dengan banyaknya pembukaan rekening. Tapi, kamu kini tidak perlu lagi ribet dan buka rekening di mana-mana. Kenapa?
Yup, sekarang ada Bank Jagi yang bisa bantu kamu punya 40 rekening berbeda dalam 1 aplikasi. Setiap Kantong Jago yang kamu bikin dilengkapi dengan nomornya masing-masing. Semuanya bisa dipantau melalui aplikasi, dan tanpa admin bulanan, lho.
“Bersih-bersih” keuangan
Bersih-bersih di sini bukan soal kotoran, tetapi utang. Jika ingin merdeka keuangan, kamu perlu melunasi semua utang dan menghindari gaya hidup konsumtif. Cobalah untuk meninggalkan kebiasaan FOMO yang melanda.
Coba cari berbagai cara terbaik untuk bisa segera melunasi utang. Ya, dengan utang, tabunganmu jadi tidak maksimal, hati tidak tenang, dan esensi merdeka finansial jadi sulit kamu peroleh.
Punya strategi keuangan
Ada dua strategi yang perlu disusun, yaitu strategi jangka panjang dan jangka pendek. Layaknya Jagoan, kamu memang punya strategi keuangan. Hal ini juga terkait erat dengan tabungan.
Wujud strategi jangka pendek adalah dana darurat. Jika terjadi sesuatu besok, lusa, atau pekan depan, dana darurat bisa kamu ambil tanpa harus menggerus aset pribadi. Setelah siap dengan jangka pendek, kamu juga perlu buat strategi jangka panjang berupa investasi.
Ingat, investasi ini perlu kamu simpan di tempat aman dan perlu dipastikan bahwa kamu tidak mudah tergoda untuk memakai uangnya. Usahakan dana dari strategi jangka panjang hanya dan bisa dipakai saat 10 atau 20 tahun mendatang.
Kamu bisa pilih deposito sebagai wujud strategi jangka panjang. Di aplikasi Jago, kamu bisa menabung uang dalam bentuk deposito fleksibel di kantong terkunci. Ya, kamu bisa simpan uang dari Rp 100 ribu saja dan menambahkannya kapan pun punya dana. Karena tujuannya jangka panjang, kamu bisa kunci Kantong hingga 1 tahun, lho.
Kantong Jago bahkan bisa dihubungkan dengan aplikasi investasi reksa dana Bibit. Dengan Kantong Jago, kamu bisa investasi reksa dana dengan mudah dan praktis tanpa ada biaya top up. Tak hanya itu, kamu juga dipermudah dengan fitur Auto Top Up sebagai bagian dari ekosistem digital yang diciptakan dari kolaborasi Bank Jago dan Bibit.
Mau bebas repot transfer uang ke tabungan? Kamu juga bisa mengandalkan fitur menabung otomatis Autosave di aplikasi Jago. Dengan cara ini kamu bisa memastikan bahwa tabungan selalu terisi secara konsisten.
Meski merdeka finansial butuh waktu, semuanya bisa saja tercapai dengan keinginan teguh. Jago akan selalu menemani langkahmu menuju merdeka finansial. Yuk, maknai HUT Kemerdekaan Indonesia di 17 Agustus kali ini bersama Bank Jago!
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Bank Jago
