Mengenal Istilah Binge Watching dan Hopping yang Jadi Tren Terbaru Nonton Film

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi nonton film. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nonton film. Foto: Shutter Stock

Menjamurnya layanan film digital yang legal ternyata membentuk tren baru dalam nonton film. Di antaranya binge watching dan hopping.

Apakah kamu pernah mendengar dua istilah tersebut? Sudah tahu maknanya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Binge Watching

kumparan post embed

Binge watching adalah aktivitas nonton film atau serial secara berturut-turut tanpa jeda. Jadi setelah selesai satu episode atau satu film, alih-alih berhenti, justru akan lanjut terus.

Biasanya menyaksikan serial sampai tamat, atau film yang dirilis dalam beberapa jilid hingga usai.

Menurut pengamat film Hikmat Darmawan, kini orang sudah terbiasa dengan binge watching. Tren ini menurutnya menunjukkan bahwa penonton sudah lebih bisa menerima cerita yang lebih kompleks.

"Itulah mengapa serial menjadi lebih diminati karena pendalaman karakternya, plot yang berliku, plot-twist, dan elemen lainnya. Ini juga membuat serial menjadi salah satu potensi kuat saat ini," terang Anggota Komite Film Dewan Kesenian tersebut, dilansir Antara.

Hopping

kumparan post embed

Di sisi lain, ada juga istilah hopping yakni loncat-loncat dari satu film atau serial ke yang lainnya. Kegiatan ini berkebalikan dengan binge watching.

Hikmat berpendapat ada pola coba-coba ini dilakukan oleh mereka yang memiliki atensi lebih pendek.

"Artinya, kenapa orang dari satu film lalu hop ke yang lain? Apa yang membuat orang untuk hopping? Biasanya, yang paling mudah dikorbankan adalah film panjang yang dianggap membosankan," lanjut dia.

kumparan post embed

Namun, Hikmat berpendapat bahwa dengan banyaknya konten, pilihan bentuk, dan genre film di layanan digital, penonton menjadi lebih cerewet karena memperhatikan jalannya cerita.

Jadi enggak hanya karena ingin melihat visual yang asyik, maupun karena lakonnya terkenal.

Kini masyarakat lebih memilih mencari cerita. Sedangkan aktornya adalah pilihan ke-2.

"Sekarang ini sepertinya studio menjadi lebih memilih untuk mengajak aktor baru, tapi bisa membangun franchise atau empire (dari film yang diproduksi). Story adalah yang paling kuat saat ini," ucap Hikmat.

Dia menambahkan, penonton juga nantinya akan demand lebih banyak opsi. Nanti akan ada industri dan infrastruktur film discord atau percakapan tentang film, seperti gosip, ulasan, customer guide, dan kritik.