Mengenal Platonic Relationship, Hubungan yang Gak Didasari Perasaan Cinta
·waktu baca 3 menit

Kamu mungkin sudah enggak asing lagi dengan keyakinan bahwa sejatinya laki-laki dan perempuan enggak pernah bisa bersahabat. Hal tersebut lantaran besar kemungkinan untuk salah satu di antaranya atau bahkan keduanya bisa saja saling menaruh hati.
Padahal, persahabatan berbeda lawan jenis ini sebenarnya tetap bisa terjalin dengan baik, tanpa iming-iming jatuh cinta atau ketertarikan secara seksual. Relasi tersebut dikenal dengan sebutan platonic relationship atau hubungan platonik.
Lalu sebenarnya apa untuk lebih jelasnya hubungan platonik ini? Berikut lebih lengkapnya.
Apa itu hubungan platonik?
Hubungan platonis adalah hubungan di mana orang-orang berbagi ikatan yang erat tetapi enggak memiliki hubungan seksual. Ikatan platonis adalah hubungan yang murni emosional tanpa keintiman seksual. Ini melibatkan kejujuran, kesetiaan, dan hubungan yang mendalam tanpa adanya perasaan di antara keduanya.
Meskipun istilah ini kadang-kadang dianggap hanya berlaku untuk teman lawan jenis, namun juga dapat berlaku untuk persahabatan sesama jenis.
Gagasan cinta platonis berakar dari filosofi Yunani kuno. Kata platonisberasal dari filsuf, penulis, dan pembicara terkenal Plato yang menguraikan kategori cinta tertentu dalam karyanya yang terkenal "Simposium", meskipun Plato tidak menggunakan kata "platonis" dalam karyanya, dia mendefinisikan apa yang sekarang kita anggap sebagai hubungan platonis murni.
Dalam "Symposium", dia mengatakan bahwa cinta yang didasarkan pada ketertarikan fisik dan keintiman seksual adalah cinta romantis, sementara cinta yang lebih berbasis intelektual atau spiritual tanpa perasaan romantis adalah apa yang kita sebut cinta platonis saat ini.
Apa tanda-tandanya kalau kamu ternyata menjalani hubungan platonik?
Selain enggak adanya perasaan, ada tanda lain yang membedakan hubungan platonis dengan beberapa jenis hubungan lainnya, di antaranya:
Kedekatan, kedua orang dalam hubungan tersebut merasakan kedekatan satu sama lain dan merasa bahwa mereka memiliki kesamaan.
Kebebasan, kedua individu dapat memikirkan dan juga melakukan apa pun yang ingin mereka lakukan tanpa takut dihakimi.
Kejujuran, kedua individu merasa bahwa mereka dapat berbagi apa yang mereka pikirkan dan rasakan dengan orang lain.
Penerimaan, hubungan ini cenderung terasa mudah dan nyaman. Kedua orang merasa bahwa mereka aman dan bebas untuk menjadi diri mereka sendiri.
Pemahaman, orang-orang yang berbagi hubungan platonis memiliki koneksi, tetapi mereka juga mengenali dan menghormati ruang pribadi satu sama lain. Mereka enggak mencoba memaksa orang lain untuk melakukan hal-hal yang enggak ingin mereka lakukan atau menjadi sesuatu yang bukan diri mereka.
Apa saja yang termasuk jenis dari hubungan platonik?
Beberapa istilah berbeda telah muncul untuk menggambarkan beberapa jenis hubungan platonis yang berbeda. Beberapa di antaranya termasuk:
Bromance: Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan dekat, penuh kasih sayang, dan non-seksual antara dua pria.
Womance: Istilah ini digunakan untuk menggambarkan ikatan emosional, non-seksual, non-romantis antara dua wanita.
Pasangan kerja: Istilah ini digunakan untuk menggambarkan rekan kerja atau kolega yang sangat dekat, sampai-sampai mereka mungkin saling mengandalkan satu sama lain seperti yang mereka lakukan pada pasangan romantis, hanya saja tanpa romansa.
Mereka mungkin menjalankan tugas untuk satu sama lain, menghadiri acara dan konferensi sebagai pasangan plus satu sama lain, dan bergaul bersama secara sosial di luar kantor. Mereka juga saling membela satu sama lain (dan saling melindungi, jika diperlukan) di lingkungan kantor.
Laporan Mutiara Oktaviana
