Mengulik Istilah Remaja Jompo dan Cara Mengatasinya

Millennialverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wanita sakit punggung. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita sakit punggung. Foto: Shutterstock

Saat ini ramai dengan fenomena remaja jompo yang enggak asing untuk sebagian orang. Biasanya, fenomena ini ditujukan untuk anak muda yang mudah sekali merasa lelah, letih, lesu, pegal-pegal, dan merasa malas saat harus melakukan aktivitas atau suatu kegiatan.

Banyak anak muda yang enggak sungkan untuk berbagi cerita dan memperlihatkan stok obat-obatan seperti koyo hingga minyak angin untuk mengatasi kejompoan tersebut.

Tapi, seperti yang kita ketahui, kata jompo sebenarnya merupakan sebutan bagi seseorang yang sudah lanjut usia.

Apa sih penyebab dari remaja jompo ini? Berikut adalah penyebab dari istilah remaja jompo dikutip dari berbagai sumber:

Kurangnya aktivitas fisik

Ilustrasi pemalas. Foto: Shutter Stock

Faktor yang menyebabkan para remaja menjadi cepat lelah dan pegal adalah karena kurangnya melakukan aktivitas fisik. Sejak pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia, masyarakat terpaksa harus menjalankan seluruh aktivitasnya di dalam rumah.

Oleh karena itu, para remaja pun menjadi kurang beraktivitas dan menjadi mudah lelah.

Salah posisi duduk

Ilustrasi Pegal Foto: Shutterstock

Rasa pegal dan sakit punggung yang dialami oleh para remaja biasanya karena postur tubuh yang salah saat duduk. Penyebab lainnya adalah karena durasi duduk yang cukup lama tanpa diselingi dengan peregangan tubuh.

Darah rendah

Ilustrasi pusing Foto: Thinkstock

Darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah nilai 90/60 mmHg. Tekanan darah normal orang dewasa adalah sekitar 120/80 mmHg. Efek yang terjadi jika seseorang mengalami darah rendah berbeda-beda.

Beberapa orang enggak mengalami gejala apa pun, tapi beberapa orang lainnya akan mengalami gejala seperti pusing, mudah pingsan, keringat dingin, lemas, penglihatan kabur, dan mual.

Rokok dan alkohol

Ilustrasi minum alkohol. Foto: Thinkstock

Mengkonsumsi rokok dan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan kejompoan di usia remaja. Hal ini bukan hanya terjadi di perokok aktif, tapi juga perokok pasif yang bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Dengan mengkonsumsi rokok dan alkohol, kamu dapat mengalami gangguan pada perkembangan dan fungsi otak, penyakit paru-paru, gangguan psikologis seperti mudah cemas dan sulit tidur.

Cara Mengatasi

Ilustrasi lelah bekerja Foto: Shutter Stock

Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi maupun mencegah fenomena remaja jompo. Pertama, coba lakukan olahraga teratur dalam satu minggu sekitar 2–3 kali dengan durasi minimal 30 menit. Kedua, makan0makanan yang tinggi zat besi seperti ayam, jeroan, makanan laut, dan sayuran hijau.

Ketiga, lakukan posisi duduk yang tepat dan diselingi dengan gerakan peregangan. Keempat, minum air putih minimal 8 gelas perhari. Kelima, lakukan aktivitas yang menyenangkan dan bisa membuat rileks serta menjaga pikiran agar tetap positif, dan terakhir jauhi rokok dan alkohol.

Laporan Afifa Inak