kumparan
7 November 2018 19:53

Mentalitas Jepang Tercermin dari Tanggung Jawab Murid pada Kebersihan

Ilustrasi murid di Jepang membersihkan kelas
Ilustrasi murid di Jepang membersihkan kelas (Foto: Caitie/Flickr)
Rasanya sudah terbukti jika Jepang menjadi negara yang sangat mencintai kebersihan. Tak hanya di ruang privat, fasilitas umum yang ada di sana pun selalu bersih dan terawat. Jauh dari tangan-tangan tak bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
Ternyata, budaya untuk mencintai kebersihan sudah diterapkan mulai dari pendidikan dasar. Setiap sekolah di Jepang mewajibkan muridnya untuk membersihkan dan memelihara kelas mereka. Mulai dari sekolah menengah, --setara SMP atau SMA di Indonesia, mereka baru diembani tugas lebih yaitu membagi jadwal piket melayani makan siang untuk teman-teman dan bahkan membersihkan toilet. Sementara murid-murid sekolah dasar hanya mencakup ruang kelas saja.
Dilansir India Today, kebiasaan bersih-bersih dan piket bukan merupakan mandat pemerintah, tapi setiap sekolah seolah menerapkan peraturan ini. Bukan jadi rahasia umum lagi, bahkan beberapa kartun atau serial anime yang menggambarkan kehidupan sekolah Jepang juga kerap memunculkan adegan murid yang membersihkan ruang kelasnya.
Para pelajar Jepang juga melihat tugas bersih-bersih sekolah mereka ini sebagai bagian dari kehidupan dan budaya mereka untuk belajar bertanggung jawab dan tidak membenci pekerjaan.
ADVERTISEMENT
"Tujuan utama pendidikan Jepang adalah untuk menumbuhkan kemampuan siswa untuk menjadi anggota masyarakat Jepang yang sepenuhnya terintegrasi dan produktif," begitulah pernyataan dalam sebuah buku ‘Looking into the Lives of Children’, sebuah buku yang menjelaskan tentang pendidikan di Jepang.
Ilustrasi anak sd di Jepang
Ilustrasi anak sd di Jepang (Foto: ByodoinPilgrim/ Flickr)
Disebut Gakko Soji (pembersihan sekolah), praktik ini berakar pada ajaran Buddha yang menjelaskan pentingnya menjaga lingkungan dan tubuh kita bersih. Penelitian juga menemukan fakta bahwa ruangan yang tidak bersih dan tidak teratur dapat mempengaruhi pikiran dan membuat tidak tenang.
Banyak sekolah di Jepang bahkan dilaporkan tidak memiliki petugas kebersihan, karena kesadaran murid-muridnya yang amat tinggi.
Untuk memastikan bahwa lingkungan sekolah tetap bersih, beberapa sekolah di Jepang bahkan ada yang memiliki ruangan khusus untuk menaruh sepatu. Jadi kotoran dari luar tak akan terbawa masuk ke dalam ruang kelas.
ADVERTISEMENT
Saat jadwal piket pun, guru-guru di sekolah turut membantu murid dengan membentuk teamwork dan membagi penugasan pada setiap murid dengan adil.
Ilustrasi suasana kelas di sekolah Jepang
Ilustrasi suasana kelas di sekolah Jepang (Foto: Keiwa College/Flickr)
Gakko Soji telah tertanam hingga mengakar menjadi kebiasaan tanggung jawab yang tidak bisa dilanggar. Gagasan untuk melakukan piket atau bersih-bersih ini juga mengajarkan satu hal, bahwa tidak ada pekerjaan -bahkan membersihkan kamar mandi, yang hina atau kasar.
Gakko Soji juga meningkatkan bahwa teamwork, saling membantu, dan kolaborasi antar murid sangat penting agar pekerjaan mereka jadi lebih mudah dan cepat selesai. Hal ini mampu membangun pola pikir dan menimbulkan empati pada sesama.
Jadi, tak heran jika Jepang menjadi salah satu negara paling maju di dunia. Karena, negara ini memupuk mentalitas rasa hormat dan tanggung jawab sejak usia yang sangat dini sehingga memungkinkan mereka menjadi anggota masyarakat yang berguna.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan