Mumpung Belum Lulus, Ini 5 Hal yang Bisa Kamu Pelajari dari Guru SMA

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Selama 12 tahun duduk di bangku sekolah, sudah berapa banyak guru yang mengajarmu? Dari semua guru tersebut, guru SMA bisa jadi yang paling berkesan karena menjadi 'guru terakhir' sebelum bertemu dosen di bangku kuliah.

Buat kamu yang sekarang di kelas 12, manfaatkan waktu yang tersisa di sekolah untuk menjaga hubungan baik dengan guru. Sebab, ada banyak hal yang bisa didapat dari guru SMA. Apa saja? Berikut lima di antaranya, dikutip dari Her Campus.

1. Cara menjaga hubungan dengan guru

Murid-murid dan guru mereka. (Foto: indonesiamengajar.org)

Menjaga hubungan baik enggak sama teman saja. Menjaga hubungan baik dengan guru juga penting, loh. Menanyakan kabar atau menyapa saat bertemu di luar kelas enggak ada salahnya. Dari sini kamu bisa belajar menjalin hubungan dengan seseorang yang usianya jauh di atasmu. Sebab saat kuliah nanti, kamu juga perlu menjaga hubungan baik dengan dosen, atau bahkan pemimpin sebuah perusahaan.

2. Menyampaikan materi pelajaran di depan kelas

Ilustrasi seorang guru mengajar astronomi. (Foto: physics.dartmouth.edu)

Mungkin kamu berpikir, "Hah? Aku, kan, enggak mau jadi guru. Untuk apa aku tahu soal ini?". Well, bukan mengajarnya yang perlu kamu perhatikan, tetapi bagaimana gurumu berbicara di hadapan banyak orang. Bisa jadi selama SMA kamu jarang memberikan presentasi di depan kelas, atau hanya ikut-ikutan teman. Tetapi ketika kuliah, kamu dituntut untuk bisa menyampaikan pendapat ke orang banyak, meski hanya seorang diri.

3. Belajar mencatat

Tak mencatat, namun menghitung (Foto: Calum Macaulay)

Buat kamu yang terbiasa memfoto atau menjiplak catatan teman, lebih baik stop sekarang, deh, karena sudah bukan zamannya! Cobalah untuk membuat catatanmu sendiri, dari materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Karena saat menjadi mahasiswa nanti, enggak semua dosen akan memberikan materi dalam bentuk fisik. Jadi kamu perlu benar-benar memperhatikan dan mencatatnya.

4. Menghargai perbedaan karakter orang

Seorang guru sedang mengajarkan muridnya. (Foto: http://kemdikbud.go.id/)

Guru SMA bisa jadi sudah khatam, soal tipe-tipe murid yang ada di dalam kelas. Ada yang pendiam, cerewet, keras kepala, atau haus perhatian. Terlepas dari perbedaan karakter itu, seorang guru tetap berusaha membantu muridnya dalam belajar. Hal ini yang bisa kamu pelajari dan praktekan ketika sudah lulus nanti. Karena enggak seperti di SMA, di dunia perkuliahan dan pekerjaan, kamu akan bertemu orang-orang yang lebih beragam.

5. Menerima kritik

Guru sedang mengajar murid. (Foto: dok. Ruangguru)

Bisa jadi kamu masih memendam rasa kesal kepada seorang guru yang pernah memberikan nilai jelek atau mengkritik tugasmu. Daripada bete terus, justru kamu bisa belajar untuk menerima kritik dan menjadikannya motivasi agar lebih baik. Karena se-'killer' apapun guru SMA, lebih seram dosen yang menggantungkan nasib skripsimu. Hiii!