Nadin Amizah Kisahkan tentang Proses Mencintai Diri Sendiri di Lagu Tawa

Millennialverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nadin Amizah (cakecaine) saat berkunjung di kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nadin Amizah (cakecaine) saat berkunjung di kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Musisi muda yang kini tengah naik daun Nadin Amizah kembali melepas single terbarunya. Single Tawa masih menjadi rangkaian menuju album kedua Nadin yang berjudul ‘Untuk Dunia, Cinta dan Kotornya’.

Di bulan Juni dan Agustus 2023 lalu, secara berkala dan konsisten, Nadin telah memulai ceritanya dengan merilis dua single lepasan yang mewakili dua fase sebelumnya yaitu Rayuan Perempuan Gila dan Semua Aku Dirayakan. Tawa berperan sebagai lagu untuk mewakili fase ketiga yang menandai tahapan ketika Nadin pantas untuk dicintai dan menemukan rasa kasih untuk dirinya.

“Dalam proses pemilihan single-single lepasan di album kedua ini lebih kompleks, karena di dalam fase-fase ini sebenernya ada beberapa lagu yang menceritakan hal serupa,” kata Nadin dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (1/9).

Ia juga bercerita di balik terciptanya lagu tersebut. Lagu ini berkisah tentang bagaimana cara seseorang mencinta dirinya sendiri.

"Dalam proses seseorang mencintai dirinya sendiri, itu pasti ada jalannya masing-masing. Ada yang mungkin sudah punya dari mereka kecil karena diajarkan oleh orang tua, ada yang belajar dari sahabat-sahabatnya, tapi kalau aku sendiri, mendapatkan cinta yang bisa aku olah itu adalah dari bentuk cinta yang orang lain berikan kepada aku. Jadi, apa pun yang mereka percaya tentang aku, adalah apa yang aku percaya tentang aku juga," beber Nadin.

Menurut Nadin, lagu teranyarnya ini ampuh memantik anak kecil yang ada di dalam diri pendengar dan dengan instan berlanjut memantik banyak memori lain di panjangnya perjalanan yang kemudian tersadar "sudahkah kita mengapresiasi diri kita sendiri secara layak?"

video youtube embed

Tawa saat kita menari di bawah derasnya hujan, saat kita membuka kertas pembungkus hadiah ulang tahun, saat selebrasi merayakan kelulusan setelah melewati ujian berat, adalah sedikit dari banyaknya memori berbunga di diri kita yang akan muncul saat mendengarkan lagu Tawa

Dimulai dengan fase pertama yang diwakili lagu Rayuan Perempuan Gila yang bercerita tentang sosok perempuan yang mengamini bahwa dirinya adalah makanan pahit yang indah wujudnya namun sulit untuk dicintai. Berlanjut Semua Aku Dirayakan dari fase kedua, di mana sosok perempuan tersebut menemukan wujud cinta baru yang halus dan baik, sehingga membuat tersadar akan makna untuk mencintai dirinya sendiri.

Dan Tawa berperan sebagai lagu untuk mewakili fase ketiga yang menandai tahapan ketika sosok perempuan ini pantas untuk dicintai dan menemukan rasa kasih untuk dirinya. “Aku merasa ‘Tawa’ ini, salah satu lagu yang kuat dari sisi narasi dan musikalitasnya. Aku ingin sekali, pendengar bisa merasakan dinamika musik yang akan ada di albumnya nanti,” ungkap Nadin.

Penyanyi Nadin Amizah menghibur penonton Java Jazz Festival 2022 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, pada Minggu (29/5/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Bagi penikmat diskografi Nadin Amizah sebelumnya, sudut pandang penulisan yang terdengar pesimis dan gelap sudah terbiasa ditemukan. Namun, di Tawa, para pendengar akan ditawarkan untuk pertama kalinya, sebuah sudut pandang penulisan yang lebih berbunga. Pendekatan ini sungguh berbeda bila dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya, tapi secara perlahan Nadin telah memperkenalkan gaya ini melalui rilisan Semua Aku Dirayakan.

Tidak hanya berhenti di penulisan lagunya saja, Nadin juga melebarkan pola rilisan baru ini ke bentuk visual sampul karya musiknya. Dari awal hingga yang baru nanti akan saling berhubungan. Sehingga pada akhirnya, nanti di album penuh, baik visual maupun karya musiknya, akan saling melengkapi narasi yang Nadin tawarkan di album barunya.

Kembalinya kehadiran Lafa Pratomo sebagai produser, dengan tepat memasukkan elemen paduan suara anak-anak ke dalam lagu ini untuk memperkuat suasana berbunga bagi pendengarnya. Nadin memberikan banyak ruang untuk Lafa Pratomo bereksperimen di lagu ini. Ruang yang luas tersebut tercipta dari hasil kolaborasi dinamis bersama Lafa Pratomo di karya-karya Nadin sebelumnya.

“Kak Lafa sebagai produser di lagu ini bekerja sangat baik, seperti di lagu-lagu sebelumnya. Dan Kak Lafa selalu bisa memasukkan warnanya sendiri di lagu-lagu yang ia produseri. Mungkin biasanya aku berusaha mengkurasi warna apa saja yang produser tersebut ingin masukkan, karena aku cukup posesif. Namun kali ini, aku sangat-sangat memberikan keleluasaan untuk Kak Lafa,” lanjut Nadin.