Ngapain Malu Hidup Irit? Ini Alasan Kamu Perlu Bangga Suka Berhemat

Millennialverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Teman-temanmu mungkin menyebut kamu pelit dan menyepelekan tiap kali kamu berhemat. Tapi, enggak ada alasan buat merasa malu dengan hal ini, gaes.

Menjadi hemat itu adalah sebuah kerja keras. Jika kamu berhemat, menolak hasrat pembelian yang impulsif, pada akhirnya kebiasaan ini dapat memberikan keuntungan untukmu di masa depan.

Ini alasan kenapa kamu enggak perlu malu berhemat.

Tiap orang punya masalah keuangan berbeda

Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Kita semua punya masalah keuangan yang berbeda. Beberapa orang ada yang suka menghamburkan uang, ada juga yang sayang banget buat mengeluarkannya.

Kalau kamu menjadi orang yang hemat, kamu enggak perlu minta maaf. Setiap orang punya caranya sendiri dalam membelanjakan uang.

Asal kamu tahu perbedaan antara hemat dan murah. Jadi orang yang inginnya serba murah dapat memengaruhi kualitas hidupmu, tapi berhemat memungkinkan kamu untuk menikmati hidup berkualitas nantinya.

Enggak perlu terbebani mengikuti tren

Ilustrasi Hemat setelah Punya Anak Foto: Pixabay

Kalau kamu berkomitmen untuk berhemat, kemungkinan besar kamu enggak merasakan tekanan apa pun untuk mengikuti tren yang cuma bikin impulsif.

Mungkin kamu pernah merasakan tekanan finansial dari teman sebaya. Jika satu teman membeli rumah, maka yang lain juga ingin melakukannya. Jika seseorang pakai pakaian desainer atau membeli gadget mahal, yang lain mengikuti. Ini adalah siklus yang melelahkan dan bisa membuat orang bangkrut.

Kamu mungkin punya tabungan yang lebih besar

Ilustrasi banyak uang. Foto: Shutterstock

Jika memilih untuk berhemat, kamu mungkin memiliki rekening bank yang isinya lebih banyak daripada mereka yang mengolok-olokmu.

Jadi, ketika lain kali kamu merasa malu karena sering berhemat, coba lihat isi rekeningmu. Pertimbangkan bagaimana kebanyakan orang enggak punya cukup tabungan untuk bisa menangani keadaan darurat.

Kamu bisa mencapai tujuanmu dengan cepat

Ilustrasi banyak uang. Foto: Shutterstock

Kamu mungkin punya daftar tujuan yang panjang. Tapi, tanpa adanya uang tabungan, bisa jadi dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut.

Jika kamu mengurangi jumlah pengeluaran, kamu bisa punya penghasilan untuk melunasi hutang, menabung untuk liburan, atau mempersiapkan diri untuk hari tua.

Laporan: Afifa Inak