Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Ngobrolin Tokoh Legendaris Jazz sama Mondo Gascaro & Rien Djamain
7 November 2019 14:54 WIB
Diperbarui 21 Januari 2021 11:10 WIB

ADVERTISEMENT
Mondo Gascaro dan Rien Djamain baru-baru ini main ke kantor kumparan. Mereka ngobrolin soal lagu duetnya, 'Dian Asmara', dan musikus legendaris Indonesia di ranah jazz.
ADVERTISEMENT
Lagu duet 'Dian Asmara' diciptakan Mondo Gascaro sebagai tribut untuk Rien Djamain. Judul 'Dian Asmara' ia ambil karena menjadi sinonim untuk album debut Rien di 1975, berjudul 'Api Asmara'.
Album debut Rien tersebut, selain menginspirasi Mondo Gascaro, juga menjadi persembahan bagi tokoh-tokoh berpengaruh di skena jazz Indonesia. Lebih khususnya kepada Jack Lesmana, Benny Likumahuwa, dan Perry Pattiselanno.
Tribut ini tertuang dalam lirik:
Disematkannya nama tiga tokoh legendaris tersebut bukan tanpa alasan. Mondo Gascaro mengatakan, hal ini karena ketiganya terlibat dalam album 'Api Asmara'.
"Almarhum Jack Lesmana sempat merilis beberapa album, salah satunya 'Api Asmara'. Benny Likumahuwa, dan Perry Pattiselanno juga terlibat dalam album itu. (Album 'Api Asmara') menjadi momen penting untuk mencoba mensosialisasikan jazz ke ranah yang lebih luas," ujar dia kepada kumparan.
Bagi Rien, 'Dian Asmara' memiliki nuansa yang segar dengan irama upbeat. Syairnya pun begitu menarik.
ADVERTISEMENT
"Saya kagum sama Mondo, 'kok, kamu bisa berpikir sampai ada Benny, Jack, dan Perry?'. Jadi saya pikir harus bernyanyi dengan baik, enggak mau mengecewakan Mondo karena ini momen luar biasa," tuturnya.
Selain itu, Mondo Gascaro dan Rien Djamain juga membawakan 'Dian Asmara' di kumparan. Simak keseruannya lewat foto-foto di bawah ini.
Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS. Indonesia termasuk negara yang terdampak kebijakan baru ini. Tarif Impor Baru Trump, Indonesia Kena 32%