Penelitian: Remaja yang Suka Membantu Punya Kepercayaan Diri Tinggi

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menolong satu sama lain. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menolong satu sama lain. (Foto: Thinkstock)

Perilaku senang membantu tanpa pamrih ternyata bisa meningkatkan kepercayaan diri pada remaja. Ini dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan oleh sebuah universitas di Utah, Amerika Serikat.

Brigham Young University melakukan penelitian longitudinal, yaitu salah satu jenis penelitian sosial yang membandingkan perubahan subjek penelitian setelah periode waktu tertentu. Para ilmuwan mencatat bahwa remaja yang menunjukkan perilaku prososial memiliki harga diri yang lebih tinggi. Bahkan efek yang sama pun dirasakan pada mereka yang bersikap suka membantu, berbagi, dan menghibur keluarga dan teman-teman mereka tanpa ‘memamerkan' tindakan mereka.

“Penelitian ini membantu kita untuk memahami bahwa remaja yang membantu orang tidak dikenal, perasaannya akan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,“ jelas rekan penulis studi, Profesor Laura Padilla-Walker seperti dikutip dari www.independent.co.uk.

Padila-Walker dan tim risetnya meneliti perilaku 681 remaja diantaranya berusia 11 dan 14 tahun. Selama tiga tahun menjalani penelitian, terdapat sepuluh pernyataan yang mengatakan “Aku puas dengan diri ku sendiri“. Hal itu menetapkan bagaimana tingkat harga diri remaja berubah selama melakukan prososial.

"Tidak semua bantuan diciptakan sama, dan kami menemukan bahwa perilaku prososial terhadap orang asing adalah perlindungan dalam berbagai cara unik dari jenis bantuan lain," jelas Padilla-Walker.

Dia menambahkan bahwa perilaku prososial dapat sangat bermanfaat bagi remaja yang cenderung fokus pada diri sendiri, membantu yang kurang beruntung dapat bermanfaat bagi remaja. Dibanding remaja yang membantu dengan mengambil keuntungan sebanyak yang mereka mau.

"Yang terbaik adalah jika remaja dapat langsung melihat manfaat dari bantuan mereka pada orang lain. Ini dapat meningkatkan rasa terima kasih pada remaja dan mengurangi fokus pada masalah mereka sendiri," kata Padilla-Walker

Dengan sering membantu orang lain kamu akan merasa menjadi orang yang berguna, sehinngga menimbulkan rasa percaya diri. Tak hanya itu, membantu orang lain bisa membuat kamu lebih bersyukur, karena melihat orang yang tidak seberuntung diri mu.

Padila Walker pun menyimpulkan bahwa peserta penelitiannya menunjukkan tingkat harga diri yang lebih tinggi setelah satu tahun berperilaku prososial.