Pentingnya Breaktime untuk Ringankan Beban Pikiran Saat WFH

Millennialverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Psikolog klinis Inez Kristanti mengatakan bekerja dari rumah alias work from home (WFH) telah mengaburkan garis waktu antara istirahat dan kerja. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental.

Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah memberikan jeda waktu atau breaktime untuk meringankan beban pikiran.

Menurut psikolog lulusan Universitas Indonesia ini, tubuh dapat memberikan sinyal saat merasakan lelah. Bila diabaikan justru akan memicu stres.

"Waktu istirahat tidak harus memakan waktu lama yang penting memang didedikasikan untuk rehat," kata Inez, dilansir Antara.

"Sangat penting mengalokasikan waktu yang cukup bagi diri sendiri untuk beristirahat dan recharge," lanjut dia.

kumparan post embed

Bentuk dan lamanya breaktime untuk tiap orang bisa berbeda-beda. Sebagian melepaskan rasa stres dengan olahraga, memasak, menonton film, atau bercengkrama dengan orang tersayang.

Yang terpenting adalah kualitas bukan kuantitas.

"Karena percuma sebanyak apa pun breaktime yang kita punya tapi tidak digunakan dengan maksimal. Badan bisa rebahan, tapi otak tetap bekerja itu sama saja bohong," ucapnya.

kumparan post embed

Manfaat Breaktime buat Hubungan Asmara

Untuk yang sudah pasangan, breaktime bisa menjadi alternatif untuk melakukan aktivitas yang berbeda dari biasanya. Selain untuk melepas stres masing-masing, juga bisa kembali merekatkan hubungan yang mungkin renggang akibat kesibukan.

"Sekadar mengobrol dari hati ke hati, masak lalu makan bersama, atau nonton film. Hal-hal sederhana tapi bermakna," sebut Inez.

kumparan post embed