People Pleaser, Selalu Buat Orang Lain Bahagia padahal Diri Sendiri Tersiksa
ยทwaktu baca 2 menit

Kalau kamu sering merasa ingin selalu membuat orang lain bahagia, meski harus membuang waktu dan energi diri sendiri, bisa jadi kamu adalah seorang people pleaser.
Menurut psikolog Ni Made Putri Ariyanti dari Universitas Airlangga, ada tiga tanda yang menunjukkan kamu adalah people pleaser.
Sering meminta maaf padahal enggak bersalah
Bahkan mungkin kamu selalu siap disalahkan meski itu kesalahan orang lain. Sebab people pleaser berpikir lebih baik minta maaf ketimbang dimusuhi atau dibenci orang lain. Tiada hari berlalu tanpa meminta maaf.
Sering mengorbankan diri demi kebahagiaan orang lain
Ini karena kamu selalu membutuhkan validasi dari orang lain. Mungkin kamu percaya hanya pantas disukai seseorang jika sudah memberikan semua yang dimiliki untuk orang tersebut. Karena takut akan penolakan, kamu akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan pujian dan persetujuan dari orang lain.
Merasa bersalah saat melakukan sesuatu
Kamu cenderung selalu melontarkan jawaban 'Ya' pada setiap kesempatan karena bersedia melakukan semua hal yang diminta orang lain.
Misalnya, kamu sebenarnya enggak pengin datang ke sebuah acara, tapi karena takut dan dihantui rasa bersalah, kamu tetap datang. Akhirnya, kamu juga tetap merasa bersalah karena membuang-buang waktu sendiri. Padahal kamu bisa mengisinya dengan kegiatan lain yang menyenangkan di rumah.
Putri menambahkan, penyebab seseorang menjadi people pleaser ada banyak. Mulai dari trauma, orang tua yang menuntut anaknya untuk menjadi pribadi yang membanggakan, sampai kepercayaan diri yang rendah.
Jika terus-menerus dilakukan, seorang people pleaser dapat merasa frustrasi karena orang-orang yang memanfaatkan enggak menyadari pengorbanan yang diberikan.
Cara Berhenti Jadi People Pleaser
Tips Berhenti Jadi People Pleaser
Demi kesehatan mental yang lebih baik, yuk, berhenti selalu mencoba membahagiakan orang lain dan mengorbankan diri sendiri.
1. Berani menolak
Saat diajak teman dan kamu merasa enggak mau, beranilah mengatakan tidak. Coba tolak dengan sopan dan berikan alasan yang jelas.
2. Tetapkan batasan
Penting untuk menyadari kondisi diri, penyebab ingin menyenangkan orang lain, dan menetapkan batasan dengan mengetahui apa yang diinginkan dan tidak diinginkan, apa yang disuka dan tidak disuka.
3. Berhenti cari validasi dari orang lain
Selanjutnya, temukan validasi dari diri sendiri dan berhenti cari validasi serta apresiasi dari orang lain. Lakukan aktivitas yang membuatmu merasa senang karena mencapai sesuatu. Bersenang-senanglah bersama teman-temanmu tanpa harus melakukan sesuatu untuk mereka. "Yang terpenting, nikmati kebahagiaan yang kamu rasakan tanpa merasa bersalah. Kalau kamu merasa senang, kamu tidak perlu menyenangkan orang lain," tutup dia.
