Perusahaan Ini Ingin Tanam Chip di Tubuh Karyawannya

Millennialverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Microchip yang ditanam di tubuh karyawan. (Foto: Facebook/Three Square Market)
zoom-in-whitePerbesar
Microchip yang ditanam di tubuh karyawan. (Foto: Facebook/Three Square Market)

Teknologi memang semakin berkembang, baik dari inovasi maupun kegunaan alat yang tujuannya memudahkan hidup manusia. Seperti sebuah perusahaan di Wisconsin, AS, yang ingin menanam microchip di dalam tubuh para karyawannya.

Dilansir upi.com, tujuan perusahaan untuk menanam microchip ke dalam tubuh karyawannya agar memudahkan mereka saat ingin membeli jajanan.

Perusahaan beralasan, microchip ini bisa membantu karyawan yang ingin membeli snack atau makanan di kantin kantor mereka. Cara ini katanya lebih mudah dari pada harus mencari receh, atau bahkan mengeluarkan kartu hanya untuk jajan.

Para karyawan hanya tinggal meletakkan tangan mereka ke scanner dan membayar secara elektronik dari microchip itu.

"Ini adalah teknologi yang pasti akan terjadi, dan kami ingin menjadi bagian dari itu," ujar Todd Westby CEO dari perusahaan mencipta microchip River Falls, Wisc-- Three Square Market.

Ilustrasi Kantin di Three Square Market. (Foto: Facebook/Three Square Market.)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kantin di Three Square Market. (Foto: Facebook/Three Square Market.)

Kegunaan lain microchip yang ditanam di bagian tangan karyawan ini adalah sebagai kunci elektronik saat mereka masuk ke kantor, juga digunakan saat mereka log in ke komputer kantor.

"Kami memperkirakan penggunaan teknologi RFID di banyak sektor, seperti melakukan jual beli di kantin kantor, untuk membuka pintu, menggunakan mesin fotokopi, masuk ke komputer kantor kami, menggunakan telepon, berbagi kartu nama, menyimpan informasi kesehatan, dan lainnya, kata Westby.

Meski terdengar canggih, namun penemuan ini juga mendatangkan kontroversi. Seperti ahli biologi mikro, Ben Libberton dari Universitas Karolinska Institute di Swedia yang membeberkan risiko penanaman chip.

"Secara konseptual mereka bisa mendapatkan data tentang kesehatan Anda, data tentang keberadaan atau lokasi Anda, seberapa sering Anda bekerja, berapa lama Anda bekerja, atau saat Anda sedang istirahat di toilet," katanya.

Microchip yang ditanam di tubuh karyawan. (Foto: Facebook/Three Square Market)
zoom-in-whitePerbesar
Microchip yang ditanam di tubuh karyawan. (Foto: Facebook/Three Square Market)

"Semua data itu bisa dipastikan akan terkumpul. Jadi pertanyaannya adalah: Apa yang terjadi setelah itu? Apa gunanya? Siapa yang akan menggunakannya? Siapa yang akan melihatnya?," ujar Libberton.

Hingga saat ini penanaman microchip ke dalam tubuh karyawan baru dilakukan dan di tes oleh Westby pada 50 karyawan yang secara sukarela mencoba teknologi baru itu.

-------------------------------

Bila Ada ingin mengetahui berita-berita viral lainnya, silakan follow topik Viral di kumparan.