Psikolog: Ini Alasan Seseorang Marah secara Berlebihan

Belakangan lagi viral video yang menayangkan sejumlah orang marah secara berlebihan. Menurut Psikolog Ahmad Gimmy Pratama, kondisi ini diakibatkan oleh sejumlah faktor.
Dalam psikologi, marah adalah perilaku. Jadi, semua yang berkaitan dengan perilaku bisa dilihat latar belakangnya, baik dari aspek personal dan lingkungan.
Di aspek personal, marah dipengaruhi sistem psikofisiologis. Mulai dari tingkat ketahanan fisik hingga kemampuan berpikir, mengelola emosi, serta kemampuan individu dalam membaca nilai-nilai yang ada di sekitar.
Sementara aspek lingkungan, perilaku marah dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar, cuaca, hingga reaksi lingkungan sosial maupun fisiknya.
Luapan emosi yang mengendap dan dihadapkan dengan hambatan, juga bisa membuat akhirnya meledak.
Meski demikian, marah juga dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam mengendalikan dirinya. Karena itu, tidak semua orang akan langsung marah saat menemui kondisi serupa.
Selama aspek rasionalnya masih ada, kemampuan orang dalam mengendalikan emosinya akan lebih baik.
Cara Mengendalikan Rasa Marah
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali situasi dan menyiapkan tindakan antisipasi. Dengan begitu, diharapkan emosi yang keluar akan jauh lebih layak.
Jika emosi berlebihan telanjur keluar, seseorang perlu menyampaikan permintaan maaf. Namun, perlu dibarengi dengan konsekuesi yang harus ditanggung.
“Harus diperlihatkan bahwa tingkah laku tersebut adalah salah dan perlu menerima konsekuensinya,” kata Gimmy, dilansir laman Universitas Padjadjaran (Unpad).
Dia menambahkan, seseorang perlu membiasakan diri untuk mampu mengungkapan emosi dengan cara yang pantas.
Namun, hal ini tidak bisa secara instan. Butuh proses yang panjang dan komitmen tinggi untuk bisa mengelola emosi dengan baik.
“Biasakan untuk berpikir apakah marah ini benar atau tidak. Itu yang harus dilatih dan tidak bisa langsung pintar,” pungkasnya.
