Ragam Prodi bagi Pelajar Indonesia di Pameran Pendidikan Ayo Kuliah di Malaysia

Pemerintah Malaysia kembali membuka peluang bagi para pelajar Indonesia yang hendak melanjutkan studi di Negeri Jiran. Kesempatan itu dibuka bagi para pelajar di Indonesia yang ingin melanjutkan studi di tingkat S1, S2, hingga S3.
Ketua Pegawai Eksekutif, Education Malaysia Global Services (EMGS), Mohd Radzlan Jalaludin, mengatakan kedekatan Malaysia dengan Indonesia dari segala segi jadi alasan utama Pemerintah Malaysia rajin membuka peluang kepada para pelajar Indonesia. Di pameran ini, ada banyak universitas dan program studi yang ditawarkan pemerintah Malaysia.
"Seperti yang kami informasikan sebelumnya, Indonesia bukan hanya bertetangga dengan Malaysia tetapi juga kami adalah grup atau kelompok yang dekat tak hanya dari segi budaya, mudah dalam hal bahasa, jadi kami sudah sering bekerja sama (dengan Indonesia). Sehingga pemilihan Indonesia sebagai promosi tujuan utama kami juga karena banyaknya pelajar Indonesia yang sekarang berada di Malaysia," ujar Radzlan kepada wartawan di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Senin (20/6).
Hingga kini, Radzlan mencatat ada sekitar 10 ribu pelajar asal Indonesia yang melanjutkan studinya di sana. Mereka tersebar di berbagai universitas negeri atau swasta di Malaysia.
"Sekarang di Malaysia kami memiliki sekitar 10 ribu pelajar Indonesia yang sedang belajar di universitas di malaysia," kata Radzlan.
Ada 24 Universitas yang mengikuti pameran pendidikan Ayo Kuliah di Kedutaan Besar Malaysia, salah satunya adalah SRI College. Berbeda dengan Universitas terkemuka lainnya, SRI College menawarkan sejumlah program studi atau prodi yang berbeda dengan Universitas lainnya.
Seperti prodi Diploma Pengurusan Haji dan Umrah, School of Police Science, School of Cyber Security, hingga Diploma Aviation Management menjadi beberapa prodi yang ditawarkan SRI College kepada para pelajar Indonesia.
Presiden SRI College, Dato Dr Ronald Louis, mengklaim program Diploma Pengurusan Haji dan Umrah jadi salah satu prodi yang paling menarik minat para pelajar. Ia bahkan mengaku hanya SRI College yang memiliki prodi tersebut di Malaysia.
"Kami datang hari ini untuk mempromosikan beberapa program studi menarik yaitu salah satunya Diploma Haji dan Umrah pertama yang menawarkan masa studi dua setengah tahun yaitu 30 bulan bagi siswa yang tertarik untuk melakukannya baik untuk membuat sebuah perusahaan bisa dikatakan perusahaan untuk pariwisata yang menyediakan kebutuhan bagi mereka yang ingin pergi Umrah atau Haji dan lain sebagainya," ungkap Louis.
"(bagi pelajar prodi) Diploma haji dan umrah nantinya akan memperoleh pelatihan dan praktik di Jeddah atau Makkah selama 7 hari atau 14 hari," sambungnya.
Tak hanya Diploma terkait pengurusan Haji dan Umrah, SRI College, menurut Louis juga menawarkan prodi lain seperti Diploma pendidikan anak usia dini yang nantinya akan disiapkan sebagai pengajar anak usia dini di sejumlah Taman Kanak-kanak.
"Diploma anak usia dini ini menawarkan dua tahun setengah atau 30 bulan dan setelah 6 semester studi di perguruan tinggi siswa akan diberi kesempatan untuk melakukan praktik ke beberapa taman kanak-kanak untuk melakukan pelatihan. Setelah pelatihan praktik, siswa nantinya akan memiliki kesempatan untuk membuka TK mereka sendiri atau bekerja di TK yang ada di Malaysia," kata Louis.
Terakhir, Louis menyampaikan terima kasih kepada Education Malaysia Global Services (EMGS) atas kesempatan yang diberikan kepada pihaknya untuk mengikuti pameran pendidikan di Jakarta dan menyampaikan informasi terkait prodi yang ditawarkan SRI College kepada pelajar di Indonesia.
"Saya berterima kasih kepada pihak Education Malaysia Global karena telah mengundang kami sebagai perguruan tinggi dari Malaysia untuk menghadiri acara ayo kuliah di Jakarta. Saya dan tim saya, ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang terlibat untuk suksesnya acara ini. Kami sebagai pihak yang terlibat dalam acara ini cukup senang karena respons yang cukup baik," pungkas Louis.
