Rage Against The Machine sampai Rostam: Sederet Musisi Ini Ikut Bela Palestina

Sepekan lebih agresi militer Israel dilakukan di Jalur Gaza. Israel menggempur Gaza dipicu serangan roket Hamas. Total korban jiwa serangan Israel di Gaza mencapai 212 orang, termasuk 61 anak-anak dan 36 wanita.
Sedangkan dari pihak Israel, 10 orang tewas termasuk dua anak-anak.
Atas kejadian ini, orang-orang di seluruh dunia melakukan protes di jalan dan media sosial. Mereka menunjukkan dukungannya kepada Palestina. Termasuk para musisi di bawah ini.
Tim Burgess
Vokalis The Charlatans ini membagikan video seorang anak Palestina berusia 10 tahun, menceritakan serangan udara yang menghancurkan rumah tetangganya dan menewaskan 10 orang.
Burgess menyebut hal ini benar-benar memilukan dan enggak seharusnya mengalihkan pandangan dari apa yang terjadi.
"Terlepas dari sejarah atau politik, ini semua harus dihentikan," twitnya.
Primal Scream
Band rock asal Skotlandia, Primal Scream, ikut turun ke jalan untuk menunjukkan dukungannya kepada Palestina. Mereka membagikan foto-foto saat aksi di London, Inggris dengan keterangan, "Solidaritas".
Rostam
Mantan personel band Vampire Weekend ini memberikan dukungannya kepada Palestina melalui media sosial Twitter. Rostam mengkritik cuitan akun The White House yang menuliskan dukungan Presiden Biden untuk Israel.
"Enggak ada menyebut negara Palestina atau orang-orang Palestina di twit ini. Padahal mereka adalah orang-orang yang sedang sekarat. Mereka terus-menerus dibunuh dan dihapus dari narasi," tulisnya.
Rage Against The Machine
Rage Against The Machine juga menunjukkan dukungannya lewat Twitter. Mereka mencuit kekerasan dan kekejaman di Sheikh Jarrah, Al Aqsa, dan Gaza adalah kelanjutan dari kebrutalan Israel selama beberapa dekade.
Halsey
Halsey menyerukan tagar #FreePalestine atau #BebaskanPalestina lewat twitnya. Menurutnya enggak sulit buat memahami anak-anak kulit cokelat dibunuh dan orang-orang mengungsi, di bawah salah satu tentara terkuat di dunia.
"Ini adalah ketidakpedulian yang disengaja untuk mencampurkan kengerian tersebut dengan agama dan geopolitik," tulisnya.
Namun, banyak orang kemudian menghujat Halsey atas unggahan tersebut. Mereka mempermasalahkan kalimat "anak-anak berkulit cokelat" yang ditulis.
Akhirnya, Halsey memberi klarifikasi bahwa tulisan itu sengaja dibuat untuk orang-orang kulit putih di Amerika Serikat.
"Cuitanku adalah untuk orang-orang kulit putih di Amerika Serikat yang tak peduli pada krisis di Timur Tengah dan mengatakan bahwa masalah krisis itu 'terlalu rumit'. Maaf aku tidak menjelaskan target dari cuitanku itu," jelasnya.
Laporan: Afifa Inak
