Riset: 61 Persen Remaja Takut Bertanya soal Seks ke Orang Tua

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi remaja Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi remaja Foto: Shutterstock

Obrolan soal seks menjadi sesuatu yang masih tabu untuk dibicarakan di sekolah, atau keluarga. Bahkan menurut riset yang dilakukan oleh Reckitt Benckiser —produsen alat kontrasepsi Durex—, masih banyak anak muda Indonesia yang ragu bertanya kepada orang tuanya karena takut dihakimi soal seks.

Riset dari Reckitt Benckiser tersebut dilakukan dengan metode kualitatif kepada 500 orang berusia 16-25 tahun dan belum menikah, yang berada di lima kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta.

Hasilnya, ada 61 persen yang merasa takut ketika ingin bertanya tentang pendidikan seksual kepada orang tua. Inez Kristianti selaku psikolog dari Klinik Angsa Merah mengatakan remaja merasa enggak nyaman karena orang tua bertanya dengan nada 'kepo' alias pengin tahu.

“Yang buat mereka enggak nyaman karena orang tua bertanya dengan nada ‘kepo’ akan kehidupan pribadi anak-anaknya. Sedangkan anak yang mulai beranjak dewasa merasa, kehidupan seksualitas merupakan ranah privasi miliknya,” ujar Inez dalam acara ‘Peluncuran Survei Kesehatan Reproduksi dan Edukasi Seksual’ di Menara Mandiri, Jakarta, Kamis (18/7).

Karena itu, dalam riset tersebut juga ditemukan sebanyak 41 persen remaja merasa lebih nyaman ngobrolin soal seks dan organ reproduksi kepada teman sebaya, dibandingkan kepada orang tua yang cuma 24 persen.

Begitu juga di sekolah. Sebanyak 73 persen remaja merasa topik tentang pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi belum memadai.

“(Makanya) teman sebaya dan internet merupakan sumber yang paling nyaman bagi anak muda untuk mendapatkan informasi. Padahal ada banyak konten yang tidak bisa dipercaya, atau tidak layak dikonsumsi,” terang dr. Helena Rahayu Wonoadi selaku Direktur CSR Reckitt Beckinser Indonesia.

Srinivasan Appan selaku General Manager Reckitt Benckiser Indonesia juga mengatakan sangat penting bagi remaja dan orang tua untuk bersikap saling terbuka.

“Terutama untuk mengetahui informasi penting tentang penyakit menular seksual, risiko kesehatan pada kehamilan dan pernikahan di bawah usia 20 tahun, serta perlindungan organ reproduksi,” kata dia.