Riset: Mendengarkan Musik Sebelum Tidur Justru Bisa Ganggu Kualitas Istirahat
ยทwaktu baca 2 menit

Menurut riset dari Psychological Science, mendengarkan musik menjelang waktu tidur ternyata bisa mengganggu kualitas istirahat, lho.
Dalam studi, peneliti sekaligus profesor psikologi dan ilmu saraf di Baylor University, Michael Scullin dan tim, menyelidiki hubungan antara mendengarkan musik dan tidur.
Peneliti melakukan survei dan eksperimen laboratorium yang melibatkan 209 peserta. Mereka menyelesaikan serangkaian survei tentang kualitas tidur, kebiasaan mendengarkan musik, sampai frekuensi terbangun di tengah malam.
"Sebelum tidur, kami memainkan tiga lagu populer dan catchy seperti Shake It Off dari Taylor Swift, Call Me Maybe dari Carly Rae Jepsen, dan Don't Stop Believin dari Journey," kata Scullin, dilansir Science Daily.
Peneliti lalu secara acak menugaskan peserta mendengarkan versi versi instrumental dari lagu-lagu itu.
Hasilnya, mereka dengan 'earworm' memiliki kesulitan yang lebih besar untuk tidur, lebih banyak terbangun di malam hari, dan butuh lebih banyak waktu dalam tahap tidur ringan.
'Earworm' adalah kondisi saat sebuah lagu atau nada terngiang di benak seseorang, yang akhirnya membuat tidurnya terganggu.
Orang yang mengalami 'earworm' secara teratur di malam hari, enam kali lebih mungkin memiliki kualitas tidur yang buruk dibandingkan dengan orang yang jarang mengalami 'earworm'.
"Hampir semua orang berpikir musik meningkatkan kualitas tidur mereka, tetapi kami menemukan mereka yang mendengarkan musik tidur lebih buruk," ujar Scullin.
"Apa yang benar-benar mengejutkan, musik instrumental menyebabkan kualitas tidur yang lebih buruk. Musik instrumental menyebabkan sekitar dua kali lebih banyak 'earworm'," lanjut dia.
Scullin menambahkan, otak manusia terus memproses musik bahkan saat tidak ada yang diputar, termasuk saat tidur. Semakin banyak mendengarkan musik, semakin besar kemungkinan terkena 'earworm'.
Tips Tidur Lebih Berkualitas
Menurut Scullin, ada cara untuk menyingkirkan 'earworm' yakni melakukan aktivitas kognitif misalnya mengerjakan tugas.
Menjelang waktu tidur, daripada menonton televisi atau bermain video game, lebih baik menghabiskan 5-10 menit menulis daftar tugas dan menuangkan pemikiran ke kertas.
Sebuah studi yang pernan dilakukan Scullin melaporkan, meluangkan waktu lima menit untuk menuliskan tugas-tugas esok hari sebelum tidur membantu seseorang membuang pikiran-pikiran yang mengkhawatirkan tentang masa depan dan tidur lebih cepat.
