Riset: Tidur Saat Weekend Dapat Mencegah Risiko Mati Muda

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Tidur yang Cukup (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tidur yang Cukup (Foto: Thinkstock)

Siapa sih yang enggak suka leyeh-leyeh saat weekend tiba? Terlebih ketika hari-hari sebelumnya, kamu disibukkan dengan tugas dan pekerjaan yang menumpuk.

Beberapa orang mungkin ada yang melakukan 'balas dendam' dengan memperpanjang waktu tidurnya saat weekend, dan hal ini tidak masalah menurut sebuah penelitian.

Dikutip dari Science Alert, penelitian yang dilakukan oleh Stockholm University ini mengambil lebih dari 38.000 orang dewasa muda untuk menjadi responden dan telah memakan waktu selama 13 tahun. Para peneliti menemukan risiko kematian yang lebih tinggi bagi mereka yang tidur kurang dari 5 jam saat weekday.

Namun, ketika mereka menambah jam tidurnya saat weekend, tingkat risiko tersebut menjadi berbeda. Penelitian ini menjadi sebuah jalan panjang untuk membuktikan bahwa jam tidur ekstra saat weekend bisa menangkal risiko kematian.

Salah satu anggota penelitian tersebut, Torbjörn Åkerstedt mengatakan riset ini dapat membuka beberapa kemungkinan baru yang menarik.

"Tingkat risiko kematian individu dengan waktu tidur yang pendek selama weekday, tetapi memiliki waktu tidur cukup panjang selama akhir pekan, tidak berbeda dari mereka yang memiliki waktu tidur normal saat weekday," ujar Åkerstedt.

Penelitian ini seolah menjadi antitesis beberapa penelitian sebelumnya yang tidak memperhitungkan keseimbangan antara jam tidur saat weekday dan weekend.

Nah, buat kamu yang ingin tidur lebih lama saat weekend, mungkin penelitian ini bisa jadi alasan agar waktu tidurmu tidak diganggu.

Selamat tidur!