Riset: Video Game Kekerasan Justru Bikin Anak Muda Punya Rasa Tolong-menolong
·waktu baca 1 menit

Mungkin video game yang menampilkan kekerasan dianggap berdampak buruk buat anak muda.
Tapi, menurut riset terbaru yang diunggah di Computers in Human Behavior, melaporkan sebaliknya. Jenis video game ini justru dapat memunculkan rasa tolong-menolong, lho.
Dilansir Psy Post, risetnya berjudul 'The Fortnite social paradox: The effects of violent-cooperative multi-player video games on children’s basic psychological needs and prosocial behavior', dengan tim peneliti beranggotakan Anat Shoshani dan Maya Krauskopf.
Penelitiannya diikuti 845 pelajar di Israel. Responden terbagi antara pemain Fortnite dan Pinball, baik sebagai single player atau multiplayer.
Mereka ditanyakan tentang seberapa suka bermain video game, seberapa akrab dengan pemain lainnya, dan seberapa percaya diri dalam bermain.
Peneliti juga menanyakan kalau mereka dapat hadiah uang USD 150 atau Rp 2,1 juta, berapa banyak yang mau disumbangkan ke yayasan anak-anak.
Kemudian, ketika responden menganggap risetnya sudah selesai, mereka ditanya apakah ingin ikut lagi di penelitian lainnya dan seberapa banyak waktu yang mau diberikan buat terlibat.
Hasil Riset
Ternyata, pemain Fortnite lebih mau menyumbang uang dan waktunya daripada mereka yang bermain Pinball.
Responden yang bermain Fortnite sebagai single player juga lebih prososial.
Ini bisa disebabkan oleh beberapa alasan, yang utama di antaranya mungkin karena kesenangan bermain. Peneliti menyebut permainan kekerasan menghasilkan lebih banyak emosi positif, dan skor prososial meningkat seiring dengan meningkatnya kepuasan bermain.
