Sebuah Penelitian Ungkap Dampak Buruk Perselingkuhan bagi Pelaku dan Korban

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi selingkuh. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi selingkuh. Foto: Shutter Stock

Belakangan ini tengah ramai dibicarakan tentang kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh banyak publik figur. Kasus perselingkuhan ini pun membuat geram warganet.

Tapi, tahu enggak? menurut sebuah penelitian, kasus perselingkuhan ini dapat mempengaruhi hubungan di masa depan, lho.

Mengutip dari Psypost, sebuah penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Psychology mengungkap bahwa berselingkuh dari pasangan atau pun diselingkuhi sama-sama terkait dengan kualitas hubungan yang lebih rendah.

Perselingkuhan ini bisa sangat merugikan bagi pasangan yang dikhianati dan memiliki konsekuensi kesehatan mental. Seperti penurunan harga diri hingga kepercayaan. Jika tak terselesaikan, maka konflik tentang perselingkuhan dapat mempengaruhi seluruh keluarga dengan meningkatnya kecemasan dan depresi pada anak dan sering berujung pada perpisahan.

Ilustrasi selingkuh. Foto: Getty Images

Joana Arantes dan timnya mengatakan bahwa meski perselingkuhan ini memiliki dampak yang menghancurkan hubungan, tapi juga sedikit yang mengetahui efek jangka panjang dari perselingkuhan ini. Terutama menyangkut hubungan berikutnya.

Sebanyak 364 orang berusia 18 hingga 62 tahun dijadikan sebagai sampel penelitian. Para peserta diberikan kuesioner demografi dan harus menanggapi satu set item yang membahas tentang pengalaman mereka dengan perilaku selingkuh. Kuisioner ini juga akan menilai dorongan dan nilai yang ditempatkan pada daya tarik fisik pada pasangan.

Sebanyak 26 persen responden mengaku bahwa mereka telah berselingkuh. Mereka juga menunjukkan bahwa karena kasus perselingkuhan di masa lalu, hubungan mereka saat ini memiliki kualitas yang lebih rendah.

Melalui penelitian ini diketahui bahwa sebesar 39 persen cowok mengaku telah berselingkuh dan sebesar 20 persen cewek yang mengaku telah berselingkuh. Di kasus perselingkuhan ini, cowok lebih mementingkan daya tarik fisik pada pasangan dan memiliki kualitas hubungan yang lebih rendah saat ini.

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menambah pemahaman tentang variabel yang memainkan peran penting di dalam hubungan. Seperti persepsi kualitas hubungan, hasrat seksual, daya tarik fisik pasangan, dan daya tarik yang dirasakan sendiri. Variabel ini pun menunjukkan adanya hubungan yang kuat di antara keduanya.

Laporan Afifa Inak