kumparan
18 November 2018 13:05

SMA di Inggris Larang Siswanya Pakai Mantel Mahal

Ilustrasi Jaket (Foto: Thinkstock)
SMA Woodchurch, Birkenhead, yang berada di wilayah bagian timur laut Inggris enggak ingin para siswanya memakai mantel merek tertentu saat musim dingin. Sebab, mantel yang dikenakan para siswa itu harganya terlampau mahal sehingga berpeluang menimbulkan kecemburuan sosial.
ADVERTISEMENT
Mantel yang dimaksud merupakan mantel asal Kanada yang bermerek Goose dan Moncler. Di pasaran mantel ini dijual di kisaran harga 500-2.000 dolar AS (Rp 7,3-29,2 juta). Adapun sekolah melarang penggunaan mantel yang berharga lebih dari 1.200 dolar AS.
Pihak sekolah mengirim surat kepada para orang tua siswa awal bulan November 2018 lalu. Sekolah mengumumkan bahwa pelarangan penggunaan mantel bakal diterapkan secara efektif setelah Natal.
“Pihak sekolah sadar bahwa sejumlah anak menekan orang tua untuk membelikan mereka pakaian mahal,” tulis surat tersebut sebagaimana dilansir CNN.
Kepala sekolah SMA Woodchurch, Rebekah Phillips pun angkat bicara soal pelarangan memakai mantel ini. Ia membuat aturan tersebut karena mendengar ada siswa yang mengatakan bahwa mantel itu seharga sewa rumah siswa itu selama sebulan.
ADVERTISEMENT
“Mantel ini menyebabkan ketimpangan di lingkungan kami. Mantel ini memberi stigma (kurang baik) pada para siswa dan orang tua yang kurang mampu dan berjuang secara finansial,” kata Phillips.
Dua tahun lalu SMA Woodchurch sempat mewajibkan para siswa menggunakan tas yang ditentukan oleh sekolah. Sebab, para orang tua komplain anak-anaknya meminta dibelikan tas bermerek agar bisa bersaing dengan milik teman-temannya.
Sebelumnya, SMA ini juga telah mengurangi jumlah hari bebas seragam, hari di mana para siswa menggunakan pakaian bebas. Soalnya ada juga orang tua yang komplain anaknya di-bully karena pakaian yang dikenakan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan