Stars and Rabbit Menunggu 3 Tahun untuk Tampil di Iceland Airwaves

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stars and rabbit saat berkunjung ke Kantor kumparan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Stars and rabbit saat berkunjung ke Kantor kumparan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Duo asal Yogyakarta, Stars and Rabbit, belum lama ini main ke kantor kumparan buat ngobrolin persiapannya tampil di Iceland Airwaves 2019. Stars and Rabbit jadi satu-satunya band dari Indonesia yang bakal manggung di sana.

Iceland Airwaves merupakan festival musik tahunan yang diadakan di Reykjavík, Islandia, pada awal November. Untuk tahun ini akan diselenggarakan pada 6 - 9 November mendatang.

Festival ini berlangsung selama empat hari, dengan fokus utamanya adalah menampilkan musik baru, baik dari Islandia maupun internasional. Dari Asia, selain Stars and Rabbit ada juga Bashar Murad dari Palestina.

instagram embed

Perjalanan Stars and Rabbit hingga akhirnya bisa tampil di Iceland Airwaves enggaklah mudah. Mereka harus berkali-kali mendaftar ke pihak penyelenggara, dan berulang kali pula ditolak untuk tampil.

"Kami diundang setelah melakukan pendekatan selama tiga tahun. Sampai akhirnya kami dapat slot untuk tampil tahun ini. Jadi tiap tahun kami terus-menerus mengingatkan mereka, jangan sampai komunikasinya putus," tutur Elda Suryani sang vokalis.

Stars and rabbit saat berkunjung ke Kantor kumparan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Menjelang penampilannya di sana, Elda dan Adi Widodo (gitaris) disibukkan dengan sejumlah persiapan. Di antaranya yaitu, lagu yang akan dibawakan.

"Persiapan semua lagu. Jadi harus siap untuk berbagai bentuk dan medan. Maksudnya, kalau diminta main selama 30 menit, ya, udah siap. Kalau 45 menit, ya, siap juga," kata Elda.

Selain lagu, Elda mengaku masih bingung apa yang harus dibawa untuk ke Islandia. Sebab, ini kali pertama Stars and Rabbit berkunjung ke negara Nordik tersebut.

Musisi yang dikenal hampir selalu nyeker di tiap penampilannya ini, harus menyesuaikan dengan suhu musim dingin di Islandia. Karena Elda terbiasa tampil dengan baju berbahan ringan, supaya enggak membatasi gerakannya selama bernyanyi.

"Percaya atau enggak, yang aku cari selama ini adalah apa yang harus dibawa untuk perjalanan ke Islandia. Kalau musim dingin, kok, bayanganku lebih ngeri, ya? Jadi buat baju manggung aku masih bingung, sih," ujarnya.

Terus, kira-kira nanti Elda bakal nyeker enggak, ya, di Iceland Airwaves 2019? Simak jawabannya dalam video di bawah ini.

video youtube embed