Startup ‘Ngomongin Uang’ Buktikan Full WFH Bisa Hasilkan Produktivitas

9 Mei 2023 10:39 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi WFH tim Ngomongin Uang. Foto: Ngomongin Uang
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi WFH tim Ngomongin Uang. Foto: Ngomongin Uang
ADVERTISEMENT
Di tengah krisis startup dan berakhirnya masa pandemi, tekanan work from office (WFO) kembali digalakkan untuk menggenjot produktivitas karyawan.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, sejumlah startup mencoba membuat aturan kerja yang lebih fleksibel untuk karyawannya. Seperti startup Ngomongin Uang yang sukses menerapkan sistem work from home (WFH) sejak pertama berdiri pada Maret 2020 lalu.
Ngomongin Uang, dikenal juga dengan Ngomu, merupakan penyedia konten keuangan yang telah memproduksi ribuan konten secara gratis untuk lebih dari 1,2 juta penggemar dan anggota komunitas di platform Youtube, Instagram, Tiktok, Telegram, dan Twitter.
Sampai saat ini, gabungan seluruh pengikut di kanal media sosial dengan nama pengguna @ngomonginuang merupakan yang terbesar di Indonesia untuk kategori konten media edukasi finansial, menunjukkan adanya respons positif dari para warganet.
Hingga Senin (8/5), Ngomongin Uang telah memproduksi 271 video di Youtube, 1281 unggahan di Instagram, dan 390 video di Tiktok bertemakan edukasi keuangan seperti belajar investasi saham, reksa dana, emas, pengelolaan keuangan, kripto, trivia dan sejarah ekonomi Indonesia hingga dunia.
ADVERTISEMENT
Hal ini cukup mengejutkan lantaran semua pencapaian tersebut diraih sebuah tim yang hanya beranggotakan 15 orang berdedikasi tinggi dengan bekerja dari mana saja. Mereka tersebar di seluruh Indonesia dan umumnya saling berkoordinasi secara online. Apa rahasianya?

Penerapan WFH Butuh Kepercayaan

Founder & CEO Ngomongin Uang Glenn Ardi memaparkan, startup-nya tidak memiliki kantor, tetapi kantornya terletak di rumah masing-masing karyawan karena mereka tersebar di seluruh pelosok Indonesia mulai dari Lampung, Pontianak, Yogyakarta, Lamongan, Surabaya, Denpasar, dan Jabodetabek.
“Saya yakin jika karyawan bekerja di tempat yang nyaman yaitu di rumah, mereka justru akan lebih produktif. Karena mereka punya kesempatan untuk berinteraksi bersama keluarganya. WFH sebetulnya memiliki kekuatan yang tidak banyak berani dicoba oleh banyak business owner,” jelas Glenn.
Glenn Ardi (Founder & CEO Ngomongin Uang) dan Olgha Ngantung (Business Partnership). Foto: Ngomongin Uang
Selain itu, jebolan Chief Brand Officer Startup Edutech ini menambahkan penerapan sistem WFH memerlukan adanya kepercayaan antara masing-masing pihak karena tidak ada pengawasan secara langsung.
ADVERTISEMENT
“Enggak ada yang mengawasi kita (ketika WFH). Betul-betul sendiri di rumah. Pekerja bisa enggak dikasih kepercayaan? Kamu kerja, dikasih upah yang layak, tapi enggak ada yang mengawasi kamu selain rekan kerja kamu sendiri yang akan nagih kerjaan kamu. Jadi kita saling mengawasi kinerja satu sama lain,” tutur Glenn.
Pernyataan ini juga diperjelas Business Partnership Specialist Ngomongin Uang Olgha Ngantung. Menurutnya, WFH memberi suasana kerja yang fleksibel bagi karyawan.
“Remote working itu menawarkan fleksibilitas, bebas kerja dari mana aja dan bagaimana, asalkan bertanggung jawab,” dalam salah satu unggahan video Youtube berjudul Siapa Di Balik Tim Ngomongin Uang?, Kamis (29/12/2022).
Rapat kerja tim Ngomongin Uang secara luring di Bali, 2022. Foto: Ngomongin Uang
Meski demikian, tim Ngomongin Uang juga pernah saling bertatap muka di satu tempat yang sama untuk pertama kalinya. Pertemuan ini dilangsungkan di Bali pada pertengahan 2022 lalu setelah lebih dari dua tahun bekerja tanpa bertatap muka satu sama lain.
ADVERTISEMENT
Dalam memastikan keberlanjutan produksi konten edukasi keuangan secara gratis, Ngomongin Uang aktif berkolaborasi dengan banyak perusahaan fintech dan penyedia produk-produk maupun jasa keuangan sebagai sponsor konten keuangan mereka.
Tercatat selama tiga tahun beroperasi, Ngomongin Uang telah ber-partner dengan lebih dari 80 penyedia layanan keuangan dan lembaga pemerintahan seperti perbankan, sekuritas saham, exchange kripto, payment gateway, pialang berjangka, layanan dompet online, aplikasi pengelola keuangan usaha, dan masih banyak lainnya.