kumparan
Entertainment12 Agustus 2019 10:15

Studi: Pengguna yang Kecanduan Aplikasi Kencan Cenderung Kesepian

Konten Redaksi kumparan
Aplikasi Tinder
Aplikasi kencan online Tinder. Foto: Tinder
Mencari pasangan bukanlah hal yang sulit saat ini. Kamu bisa menemukan pasanganmu lewat aplikasi kencan online.
ADVERTISEMENT
Bertemu dengan orang baru di aplikasi kencan bisa memungkinkan kamu berpotensi mendapatkan pasangan idaman.
Dilansir Times of India, walaupun terlihat cukup aman dan enggak berbahaya, sebuah studi baru-baru ini diterbitkan dalam Journal of Personal and Social Relationships mengungkap sisi gelap dari kencan online bagi orang-orang yang berurusan dengan kecemasan sosial atau kesepian.
Para peneliti di Ohio State University melakukan survei kepada 269 mahasiswa yang diminta untuk mengisi kuesioner online. Dalam kuisioner tersebut menanyakan tentang tingkat kecemasan mereka dan jumlah waktu yang mereka habiskan untuk berselancar di aplikasi kencan.
Studi ini menyimpulkan bahwa mereka yang mengalami kecemasan sosial dan kesepian akan lebih kecanduan menggunakan aplikasi kencan.
Survei menunjukkan mereka yang punya tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi lebih suka bertemu orang-orang di aplikasi kencan daripada secara langsung. Orang-orang ini juga lebih suka bersosialisasi di aplikasi kencan daripada harus bertemu di dunia nyata.
KONTEN SPESIAL KENCAN ONLINE
Memilih Pasangan Di Situs dan Aplikasi Kencan Online. Foto: Aditia Noviansyah/ kumparan
Para peneliti ini menyatakan, beberapa orang dengan tingkat kecemasan sosial yang tinggi lebih suka menggunakan aplikasi kencan daripada bertemu orang secara langsung karena mereka memiliki ketidakpercayaan diri dan enggak yakin mengenai ketrampilan bersosialisasi mereka.
ADVERTISEMENT
Nah, maka dari itu, mereka lebih suka menggunakan dan tetap berkomunikasi di aplikasi karena hal tersebut membantu mereka dalam mempertahankan kehidupan sosial online.
Lebih lanjut, para peserta yang mengakui memiliki kecemasan secara sosial dan kesepian, mengakui menggunakan aplikasi kencan membuat banyak hal lain dalam hidup mereka seperti bekerja atau sekolah.
Para siswa yang mendeskripsikan diri mereka memang memiliki kecemasan cemas secara sosial, dan hanya sedikit merasakan tingkat kesendirian maupun kesepian, mereka enggak menunjukkan perilaku yang mengindikasikan kecanduan aplikasi kencan.
Meskipun penelitian ini dilakukan dalam skala kecil, para peneliti menyarankan para pengguna harus memperhatikan penggunaan aplikasi tersebut. "Terutama kalau kamu kesepian, berhati-hatilah dalam pilihanmu. Atur dan selektiflah dalam penggunaanmu," kata Kathryn Coduto, ketua penelitian ini.
ADVERTISEMENT
Enggak ada salahnya, kok, memang menggunakan aplikasi kencan , yang penting kamu harus menetapkan batas penggunaannya. Kalau kamu menggunakan aplikasi tersebut untuk menjelajahi dunia kencan atau bertemu orang-orang yang menarik, maka lanjutkanlah.
Tapi, nih, kalau kamu hanya terpaku sama aplikasi seperti itu dan menggunakan ini sebagai alat untuk meningkatkan harga dirimu, lebih baik berhentilah, karena kamu mungkin enggak akan menemukan tujuan yang benar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan